Pasar Tanah Abang Ditata, Bagaimana Kondisi di Blok A dan B?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Blok A Tanah Abang. (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Blok A Tanah Abang. (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)

Penataan kawasan Pasar Tanah Abang dipusatkan di Jalan Jati Baru dekat Blok F dan G. Pemprov DKI menutup salah satu lajur jalan untuk para pedagang kaki lima berjualan pukul 08.00-18.00 WIB.

Padahal, jika bicara tentang kawasan Pasar Tanah Abang dengan segala kesemrawutannya, yang terpikir pertama adalah kawasan Blok A dan B di Jalan KH Mas Mansyur. Kawasan ini pula yang pertama disorot saat kondisinya semrawut. Bagaimana kondisi di Blok A dan Blok B kini?

Pasar Tanah Abang (Foto: Adhim Mugni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Tanah Abang (Foto: Adhim Mugni/kumparan)

Pantauan kumparan (kumparan.com), Selasa (16/12), Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di trotoar sekitar Blok A dan B, kini sedikit demi sedikit mulai berangsur menghilang.

Tidak terlihat PKL berjualan di troatoar jalan sepanjang Blok A dan B. Pemandangan ini berbeda dibanding beberapa hari lalu yang masih banyak PKL berjualan di trotoar jalan. Meski perlu diakui ada peran Satpol PP yang berjaga di beberapa titik.

Pasar Tanah Abang blok A dan B (Foto: Adhim Mugni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Tanah Abang blok A dan B (Foto: Adhim Mugni/kumparan)

Salah satu PKL yang berjualan minuman dan makanan ringan di Blok B, Sutiasih, (41), mengatakan berjualan di trotoar lebih mudah karena banyak pejalan kaki yang lewat. Namun saat ini dia agak mundur dari trotoar.

"Saya berjualan masih di sini (Blok B), cuma agak mundur aja dari trotoar, biar enggak dimarahi sama petugas Satpol PP," kata Sutiasih saat ditemui di lokasi.

Kemacetan di Tanah Abang (Foto: Adhim Mugni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kemacetan di Tanah Abang (Foto: Adhim Mugni/kumparan)

Tapi persoalan bukan hanya PKL, melainkan juga parkir liar yang masih tetap menguasai jalan, meskipun lahan parkir sudah disediakan. Parkir liar itu akibat dari tukang ojeg yang mangkal dan para konsumen di Tanah Abang yang enggan parkir di dalam kaena tarif parkir yang mahal.

"Parkir di dalam sebentar tetap Rp 5 ribu, padahal saya baru 15 menit. Itu juga tidak dikelola resmi," kata Muhamad Toto (42) di pasar Tanah Abang.

Sementara salah satu tukang ojek pangkalan Suherman (39), menyatakan susah jika menunggu penumpang di dalam pasar. "Kalau di dalam pasar susah lihat penumpang, penumpang yang mau pergi kan adanya di luar, kita jaga di luarlah," ucapnya.

Pasar Tanah Abang blok A dan B (Foto: Adhim Mugni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Tanah Abang blok A dan B (Foto: Adhim Mugni/kumparan)

Sementara berbicara kemacetan, sepertinya urusan ini belum bisa diurai secara baik. Lantaran padatnya penghuni Pasar Tanah Abang baik dari volume kendaraan yang semakin banyak, dan kurang luasnya lebar jalan.

Ditambah pengguna jalan, pedagang, hingga jasa angkut barang atau porter yang melintas jalan raya beradu tempat dengan pengendara. Begitu juga pembeli yang tak menggunakan jembatan penyebrangan (sky bridge) yang sudah disediakan antar Blok A dan B.

"Selain di Tanah Abang ada lampu merah, pejalan kaki dan pedagang yang melintas di jalan juga menyebabkan kemacatean. Apalagi kendaaran di sini, kan banyak, bukan hanya tujuan ke pasar, tapi jadi arah lalu lintas ke daerah lain," ujar petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yang enggan menyebut namanya.

Pasar Tanah Abang blok A dan B (Foto: Adhim Mugni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Tanah Abang blok A dan B (Foto: Adhim Mugni/kumparan)

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI mulai merealisasikan konsep penataan kawasan Tanah Abang yang dimulai dari Jalan Jati Baru Raya dekat Stasiun Tanah Abang. Solusi ini dianggap jalan tengah untuk memfasilitasi semua kalangan di Tanah Abang.

PKL diberi tempat di salah satu lajur jalan untuk berjualan, pejalan kaki diberi trotoar yang bersih dari PKL, dan pengunjung difasilitasi Transjakarta gratis yang beroperasi sepanjang operasinya PKL yaitu pukul 08.00-18.00 WIB.

Penutupan jalan Jati Baru di kawasan Tanah Abang (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Penutupan jalan Jati Baru di kawasan Tanah Abang (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)