Pasar Tanah Abang Padat Pengunjung, Polisi Pastikan Telah Imbau Taati Prokes

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memadati kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge Tanah Abang di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga memadati kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge Tanah Abang di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Viral foto-foto di media sosial yang menujukkan kepadatan pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (1/5). Sampai-sampai antar pengunjung tidak saling jaga jarak.

Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan, pihaknya telah berupaya agar pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Dari video yang dibagikan terlihat anggota polisi berkeliling pasar dengan membawa pengeras suara.

Anggota polisi itu memberikan imbauan agar pengunjung mematuhi prokes. Selain itu dia juga mengingatkan bahwa COVID-19 masih ada jadi masyarakat tetap harus disiplin prokes.

"Tadi saya kirim juga mobil pengeras suara untuk mengimbau," kata Singgih saat dikonfirmasi, Sabtu (1/5).

Pasar yang luas membuat kepolisian sulit mengimbau seluruh lokasi secara bersamaan. Sehingga ada saja momen pengunjung melanggar protokol kesehatan yang luput dari perhatian petugas.

"Tetap kita lakukan imbauan. Ya mungkin pas difoto sama orang pas padat di situ," kata Singgih.

Di momen akhir pekan dan menjelang Lebaran memang jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang selalu melonjak. Sehingga sulit untuk membatasi jumlahnya. Maka itu perlu kesadaran bersama untuk taat prokes agar tidak tertular virus corona.

"Ya namanya pasar kita sudah lakukan (imbauan) di sana, karena orangnya ramai jadi (suasana) tetap ramai. Tapi kita sudah imbau agar taat prokes," kata Singgih.

Ke depan ia juga meminta agar petugas Satpol PP dapat ditambah jumlahnya di lapangan. Dengan begitu harapannya pengawasan bisa lebih baik

"Ya betul kita tetap tiga pilar tadi sudah bilang sama wali kota dan kecamatan untuk diturunkan tambahan pasukan Satpol dari wali kota. Tapi kita tetap mengimbau. Sentra ekonomi ini tetap harus berjalan sesuai instruksi pemerintah," kata Singgih.