Pasca Pembangunan GWK Selesai Diharapkan 7,5 Juta Wisatawan ke Bali

Rampungnya patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang merupakan salah satu objek wisata di kawasan Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali tak hanya akan menjadi sebuah landmark baru. Landmark baru bagi Bali namun diharapkan dapat menarik kembali minat wisatawan lokal maupun asing sekaligus meningkatkan kunjungan dari sisi pariwisata ke depan.
Kementerian Pariwisata memperkirakan dengan adanya GWK, pada tahun 2018 ini pertumbuhan kunjungan wisman akan mencapai dua kali lipat dari tahun 2017 yakni dari 16 persen menjadi 32 persen. Sehingga diharapkan jumlah kunjungan wisman di Bali pada tahun ini dari 5,69 juta pada tahun lalu, di 2018 ini bisa mencapai 7,5 juta orang.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran 1 Kementerian Pariwisata I Gede Pitana. Pitana menambahkan GWK akan memperkuat Bali sebagai destinasi nomor 1 termasuk pusat pertumbuhan pariwisata di Bali. Berdasarkan data dari PT Garuda Adhimatra Indonesia (Alam Sutera Realty Tbk) dari total pengunjung GWK, kurang lebih 3.000 orang per hari atau lebih dari 1 juta per tahunnya.

Dengan target minimal mencapai dua kali lipat, diperkirakan aka nada 6000 orang padati GWK per hari atau sekitar 2 juta per tahun. Termasuk dari total pengunjung selama ini yang 10,7 persen pengunjung yang merupakan wisman. Artinya diharapkan setelah rampung ini GWK bisa menarik pengunjung minimal 200 ribu tiap tahunnya khusus untuk GWK.
“Kami yakin GWK bisa menjadi identitas Bali dan Indonesia seperti identitas negara lainnya. Seperti Patung Liberty di New York, Menara Eiffel di Paris, Taj Mahal di India dan lainnya," kata Pitana saat syukuran rampungnya Patung GWK, Sabtu (4/8).
"Kami juga berharap GWK juga bisa menjadi salah satu growth center pariwista di Bali,” lanjut dia.

Sementara itu Dirut PT Garuda Adhimatra Indonesia Harjanto Titohadiguno, menyampaikan pihaknya akna membuat rencana bisnis untuk mendukung target kunjungan pariwisata. Namun pihaknya sendiri belum menargetkan berapa kunjungan yang diharapkan dengan rampungnya patung tersebut.
“Kami akan buat business plan yang baik sesuai kepentingan para stakeholder. Patung ini salah satu hal yang utama," ucap Harjanto Titohadiguno.
"Tentu tidak akan langsung membuat target tercapai. Butuh level of service dan supporting lainnya. Semoga bisa beri kontribusi yang diharapkan para stakelholder,” bebernya.
Ke depannya, pihak manajemen GWK Cultural Park juga akan membangun fasilitas pendukung lainnya yang belum ada saat ini. Seperti hotel dan tempat perbelanjaan yang ditargetkan rampung dalam kurun waktu 5 tahun ini. Namun Harjanto belum bisa menyebutkan nilai investasi dalam waktu tersebut.
“Fokus kami tetap pada taman budaya. Yang akan kami bangun pendukungnya, seperti hotel, tempat perbelanjaan dalam arti tradisional. Diharapkan dalam waktu 5 tahun ke depan fasilitas itu memadai jika ekonomi berjalan baik,” jelas Harjanto.
“Sementara kami belum bisa hitung detail karena perencanaan berjalan terus. Komitmen awal kami menyelesaikan patung dulu sebagai tahap awal,” tuturnya.
