Pasca-Pembunuhan Charlie Kirk, Trump Kembali Tetapkan Antifa Organisasi Teroris
ยทwaktu baca 3 menit

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menetapkan Antifa sebagai organisasi teroris besar. Antifa merupakan singkatan dari antifasis, yang digunakan untuk menggambarkan kelompok-kelompok sayap kiri.
Ini bukan pertama kalinya Trump menyatakan akan menetapkan Antifa sebagai organisasi teroris. Trump pernah memperkenalkan langkah serupa di masa jabatan pertamanya.
"Saya juga akan sangat merekomendasikan mereka yang mendanai ANTIFA diselidiki secara menyeluruh dengan standar dan praktik hukum tertinggi," kata Trump dalam unggahannya di Truth Social, dikutip dari AFP, Kamis (18/9).
"BENCANA KIRI YANG SAKIT, BERBAHAYA, DAN RADIKAL," kata Trump lagi saat menggambarkan Antifa.
Pada Senin (15/9) yang lalu, Trump mengancam akan melanjutkan penetapan Antifa sebagai organisasi teroris setelah pejabat senior Gedung Putih berjanji pemerintah akan membongkar dugaan gerakan teror domestik yang luas. Mereka menghubungkan hal ini dengan pembunuhan influencer pro-Trump, Charlie Kirk, oleh Tyler Robinson.
Wapres JD Vance juga berkali-kali menyalahkan apa yang dia sebut radikalisasi sayap kiri politik atas pembunuhan Kirk.
"Pemerintah akan bekerja keras untuk memastikan mereka yang membiayai jaringan kekerasan sayap kiri akan diperlakukan sebagai organisasi teroris," katanya dalam wawancara dengan Fox News.
Antifa Selalu Disalahkan
Sementara, kritikus mengatakan Trump memanfaatkan pembunuhan Kirk sebagai dalih untuk menindak lawan politiknya.
Trump sejak masa jabatan pertama telah menyalahkan Antifa atas berbagai tindakan yang tidak dia sukai, mulai dari kekerasan terhadap polisi hingga demo ricuh di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.
Saat itu, ahli hukum mengatakan langkah tersebut tidak memiliki dasar hukum, sulit dieksekusi, dan memicu kekhawatiran kebebasan berbicara. Sebab, menganut suatu ideologi tidak pernah dianggap kriminal.
Meski penegak hukum federal mencakup pemberantasan teroris dalam negeri, tapi AS tidak memiliki daftar tetap untuk organisasi teroris dalam negeri.
Sekilas Penembakan Charlie Kirk oleh Tyler Robinson
Pada tanggal 10 September 2025, aktivis konservatif Charlie Kirk tewas ditembak saat sedang berpidato di Utah Valley University, Orem, Utah.
Insiden tragis ini terjadi saat Kirk sedang berada di atas panggung dalam acara "American Comeback Tour" dan peluru tiba-tiba menembus lehernya, menyebabkan ia meninggal di tempat.
Penembakan tersebut memicu kepanikan massal dan menjadi perhatian luas di seluruh Amerika Serikat. Presiden Donald Trump bahkan mengumumkan langsung kematiannya di media sosial.
Setelah perburuan intensif, FBI berhasil menangkap Tyler Robinson, seorang pria berusia 22 tahun, sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan yang disebut sebagai "pembunuhan politik" ini.
Tyler Robinson berasal dari keluarga penganut Mormon di Utah. Sebagai Republikan, keluarga tersebut memegang nilai-nilai konservatif.
Robinson memiliki catatan akademis yang kuat di sekolah menengah, bahkan mencetak skor ujian masuk perguruan tinggi yang menempatkannya di persentil teratas secara nasional.
Sedangkan Kirk adalah Republikan pendukung Trump. Pengikutnya di media sosial mencapai jutaan.
Kirk menyebarkan nilai-nilai konservatif lewat debat di forum terbuka, podcast, dan saluran lainnya. Pendapatnya yang blak-blakan tentang identitas gender, ras, migran, dan pendidikan tak jarang memicu kontroversi dan polarisasi di masyarakat AS.
Bagi pendukungnya, Kirk adalah masa depan konservatisme. Tapi bagi penentangnya, retorika Kirk dianggap ekstrem dan berbahaya.
