Pascaerupsi Merapi, 98 Warga Cangkringan Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
98 Warga Mengungsi di Balai Desa Glagaharjo (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Sleman)
zoom-in-whitePerbesar
98 Warga Mengungsi di Balai Desa Glagaharjo (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Sleman)

Gunung Merapi yang kembali erupsi dua kali pada Jumat (1/6) malam, membuat 98 warga Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, mengungsi ke Balai Desa. Para pengungsi itu, berasal dari tiga dusun di wilayah Desa Glagaharjo.

"Update 23.38 WIB. Warga Glagaharjo (yang mengungsi) jumlah warga 98, terdiri dari sembilan balita, 23 anak-anak, 48 orang dewasa, 18 lansia, di Balai Desa Glagaharjo," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, dalam keterangannya.

98 Warga Mengungsi di Balai Desa Glagaharjo (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Sleman)
zoom-in-whitePerbesar
98 Warga Mengungsi di Balai Desa Glagaharjo (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Sleman)

"Dua orang warga Dusun Srunen, 26 warga Dusun Kalitengan Kidul, dan 70 warga Dusun Kalitengah Lor," sambung Makwan.

Letusan pertama terjadi pukul 20.24 WIB berdurasi dua menit dengan tinggi kolom letusan 2.500 meter dari puncak mengarah ke arah timur laut. Sementara letusan kedua, terjadi pukul 21.00 WIB, dengan durasi 56 detik, dan tinggi kolom letusan mencapai seribu meter dari puncak ke arah timur laut.

Erupsi Merapi Malam Ini. (Foto: BMKG/Hary Tirto)
zoom-in-whitePerbesar
Erupsi Merapi Malam Ini. (Foto: BMKG/Hary Tirto)

Hujan abu akibat letusan juga sudah berdampak ke beberapa wilayah, termasuk Semarang.

Kendati sudah beberapa kali mengeluarkan letusan freatik, status Merapi masih Waspada. Pemerintah setempat meminta masyarakat untuk menjauhi area Merapi dalam radius tiga kilometer dari puncak.