Pasien Bibir Sumbing di Banda Aceh Kini Miliki Rumah Singgah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah singgah penderita celah bibir sumbing dan langit-langit di Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rumah singgah penderita celah bibir sumbing dan langit-langit di Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Untuk memberikan pelayanan bagi penderita bibir sumbing di Aceh, pemerintah menyediakan satu unit rumah singgah yang diperuntukkan bagi mereka selama menjalani proses operasi di Banda Aceh.

Bantuan rumah singgah tersebut berada di Desa Emperom, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Diresmikan oleh istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati.

“Rumah singgah ini kita resmikan dalam upaya mendukung program Smile Train untuk memberikan operasi gratis bagi penderita bibir sumbing di Aceh,” kata Dyah, Minggu (25/8).

Dyah menjelaskan bantuan rumah singgah tersebut dinilai sangat penting bagi pasien yang berasal dari luar Banda Aceh. Sembari menunggu jadwal atau proses tahapan operasi mereka bisa menempati rumah singgah.

“Proses operasi bibir sumbing tidak bisa dilakukan sekaligus dalam satu waktu. Kadang-kadang bisa dua sampai tiga kali, jadi pasien yang datang dari luar kota itu membutuhkan tempat untuk istirahat,” katanya.

Rumah singgah ini merupakan bantuan masyarakat Aceh melalui Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang menginisiasi penggalangan dana hingga terkumpul sebanyak Rp 85,5 juta. Dana tersebut kemudian digunakan untuk biaya menyewa rumah singgah selama dua tahun serta kebutuhan seluruh operasionalnya.

Rumah singgah penderita celah bibir sumbing dan langit-langit di Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Koordinator Smile Train Aceh, Rahmat Maulizar, mengaku bersyukur telah memiliki rumah singgah. Sehingga, pasien dari berbagai daerah yang akan melakukan operasi di Banda Aceh tidak perlu khawatir lagi akan tempat tinggal.

Kata Rahmat, rumah singgah ini disewa selama dua tahun dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti tempat tidur, televisi, makanan pokok sehari-hari, dan ruang dapur.

“Jadi ketika ada keluarga pasien yang datang mereka bisa menganggap rumah sendiri. Sebelum ada rumah singgah, misalnya jika ada pasien tidak bisa operasi, mereka tidak ada tempat tinggal dan terkatung-katung biaya habis,” kata Rahmat.

Smile Tren telah melakukan operasi bibir sumbing sekitar 4.000 anak Aceh. Rahmat menginginkan semua anak penderita bibir sumbing bisa tersenyum dan tidak minder lagi.

“Operasi bibir sumbing ini tidak cukup satu tahap operasinya, ada tiga tahapan yaitu operasi bibir, celah langit bolong, dan revisi hidung. Kita berikan layanan operasi sampai mereka bisa tersenyum lagi,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan operasi bibir sumbing bisa hubungi Smile Tren di nomor 081360395730 atau ke Rumah Sakit Malahayati di Jalan Cut Nyak Dhien, Lamteumen, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.