Pasien Corona di Bali Diduga Kena Omicron Usai Kontak Wisatawan dari Surabaya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona Omicron. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona Omicron. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Satu pasien COVID-19 di Bali dicurigai kena virus corona varian Omicron. Pasien ini merupakan kontak erat dari wisatawan asal Surabaya yang sempat liburan Pulau Dewata dan sudah dinyatakan terpapar Omicron.

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya mengatakan, pasien ini dicurigai terpapar virus corona varian Omicron karena hasil tes SGTF (S-gene target failure) diduga positif virus corona varian Omicron.

Namun, Suarjaya tidak membeberkan bentuk kontak erat pasien dengan wisatawan Surabaya tersebut.

kumparan post embed

Suarjaya masih nunggu hasil tes dari Kemenkes untuk memastikan status pasien COVID-19 itu terpapar Omicron atau tidak.

"Dari kontak erat yang di Nusa Dua (wisatawan asal Surabaya yang menginap di sebuah hotel di Nusa Dua). Jadi dari semua sampel yang diperiksa SGTF (S-gene target failure) hanya satu yang probable. Sudah kita kirim ke Litbangkes belum ada hasil. Sudah dikirim tiga hari lalu," beber Suarjaya kepada wartawan, Rabu (12/1).

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Suarjaya berharap pasien ini dinyatakan negatif COVID-19 varian Omicron.

"Omicron astungkara mudah-mudahan tidak ada karena sampai saat ini tidak ditemukan. Tapi, kan, ya, kemungkinan bisa saja terjadi, namanya aja virus masih ada," kata dia.

Suarjaya mengimbau seluruh pihak taat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 dari varian Omicron.

"Tapi kita berharap pengetatan di pintu masuk, penggunaan aplikasi PeduliLindungi astungkara tidak sampai kena Omicron,"kata dia.

Dikutip dari Kanal Bali, media kolaborasi kumparan, bahwa 2 orang wisatawan Surabaya terpapar virus corona varian Omicron pada Januari 2022 lalu. Mereka ke Bali pada 11-15 Desember 2021.

Sebanyak 11 orang pegawai hotel yang merupakan kontak erat wisatawan tersebut dinyatakan negatif COVID-19.