Pasien Corona yang Kabur Seorang Waitress, Dijanjikan Gaji oleh Pemprov DKI

kumparanNEWSverified-green

comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menunjukan tabung reaksi dengan label nama virus Corona. Foto: REUTERS / Dado Ruvic
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menunjukan tabung reaksi dengan label nama virus Corona. Foto: REUTERS / Dado Ruvic

Seorang pasien yang dinyatakan positif virus corona sempat melarikan diri dari RSUP Persahabatan. Ternyata pasien itu merupakan seorang waitress. Namun tak diketahui di restoran mana ia bekerja.

Hal ini dipastikan langsung oleh Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman Pemprov DKI Jakarta, Suharti.

Suharti mengatakan, pihaknya telah mencoba menjanjikan gaji yang harusnya diterima pasien itu selama proses pengisolasian karena tak bisa bekerja. Namun pasien tersebut tetap menolak.

"Ada waitress di kemarin tempat kasus itu sudah positif tapi karena enggak ada gejala dan diisolasi di RS Persahabatan dan ruang isolasinya bersama, kabur pak," ujar Suharti seperti dikutip dalam video Pemprov DKI saat pembahasan penanganan COVID-19 pada 10 Maret 2020, Jumat (13/3).

"Dicari enggak bisa. Gajinya Rp 2,5 juta sudah akan dibayarin oleh pemda, kalau perlu dibayar kita, tapi perlu diisolasi, tapi dia tidak mau dan dia minta bukti kalo dia positif baru dia akan mau diisolasi," imbuhnya.

Ilustrasi Corona. Foto: Indra Fauzi/kumparan

Suharti mengatakan, pasien tersebut kabur karena merasa tak percaya dengan kondisinya. Dia lantas meminta bukti nyata dari pihak rumah sakit jika memang positif virus corona. Selain itu, pasien itu tak ingin diisolasi di RSUP Persahabatan karena dirawat satu ruangan dengan pasien virus corona lainnya.

"Sementara menurut dia isolasi di persahabatan lebih bahaya, lebih mungkin tertular karena satu ruangan buat banyak orang," jelasnya.

video youtube embed

Menurut Suharti, pasien itu berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki anak. Ia khawatir pasien itu dapat menyebarkan virus corona ke keluarganya.

"Dan yang kasus waitress ini dengan keluarga yang miskin punya anak ini rasanya akan cukup bahaya kalo enggak di-handle," pungkasnya.

RSUP Persahabatan telah menjelaskan peristiwa kaburnya pasien dari ruang isolasi terjadi minggu lalu. Dia kabur dalam beberapa waktu. Namun, kini pasien tersebut sudah kembali diisolasi di sebuah rumah sakit.

"Kita tahu sudah dia keluar. Jadi isolasi enggak kayak penjara yang dikunci pakai gembok. Ada juga tempat masuknya karena pasien harus masuk dari depan. Begitu masuk petugas meleng (pasien) sudah keluar, sudah ada keluarga (yang menunggu)," jelas juru bicara RSUP Persahabatan dr Erlina Burhan.

"Kita sudah memberikan edukasi. Tapi memang bangsa kita ini kan literasinya berbeda-beda. Ada yang bagus dan kurang," imbuhnya.

Ilustrasi Corona. Foto: Indra Fauzi/kumparan

Sementara itu, jubir penanganan virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto mengatakan, pasien itu tak bisa disebut kabur dari rumah sakit karena baru satu hari keluar.

"Tanya RSUP Persahabatan, sehari doang dibilang kabur," jelas Yuri saat konferensi pers di media center COVID-19, Jakarta, Jumat (13/2).

Saat ini, pasien virus corona di Indonesia melonjak, mencapai 69 pasien dengan angka kematian 2 jiwa dan 5 pasien dinyatakan sembuh.

kumparan post embed