Pasukan 08 Siap Menangkan Prabowo di Pilpres 2024, Fokus Milenial & Cyber
ยทwaktu baca 3 menit

Sejumlah kader Gerindra dan simpatisan mendeklarasikan dukungan bagi Prabowo Subianto sebagai bakal capres 2024 di Cyber 2 Tower, Kuningan, Senin (8/5).
Mereka memastikan gerakan relawan yang dinamai Pasukan 08 itu akan memenangkan Prabowo di 2024 melalui berbagai manuver di masyarakat termasuk sosial media.
Acara ini dihadiri eks Wagub DKI Jakarta sekaligus Ketua Relawan Pemenangan Prabowo Subianto, Ahmad Riza Patria, Dewan Pembina DPP Amir Maupud, anggota DPR Fraksi Gerindra Mulyadi hingga Stafsus Kemhan.
"Naskah deklarasi, dengan penuh syukur dan harap rahmat Tuhan, kami Pasukan 08 dari bermacam lapisan masyarakat dengan kesungguhan hati menyatakan, mendukung dan mengawal Prabowo Subianto maju sama Pilpres 2024," tulis Deklarasi Pasukan 08.
"Berkomitmen kerja maksimal antarkan pemenangan Prabowo di Pilpres 2024. Jadi pasukan yang siap turun ke masyarakat untuk sosialisasi dan edukasi dalam pilpres. Akan melakukan tindakan hukum bagi yang lakukan kecurangan dan cyber," lanjut deklarasi.
Riza Patria menjelaskan, Pasukan 08 artinya akan memperjuangkan Prabowo sebagai Presiden RI ke-8. Relawan ini akan fokus pada lingkup cyber dan milenial.
Menurutnya ada 5 alasan relawan ingin memperjuangkan Prabowo untuk jadi presiden di 2024. Yakni tulus, tangguh, tegas, terbukti, dan tepercaya.
"Ketika orang bully, fitnah, khianati, dia nggak pernah marah, dan dia buktikan ke depan. Tidak ada ruang pribadi, semua kepentingan bangsa. Banyak tokoh bicara janji, tapi beliau sudah buktikan dan dipercaya masyarakat," kata Riza.
"Ada potensi perang, kita butuh pemimpin berwawasan luas, cerdas, dan paham geopolitik. Beliau mampu 4 bahasa tapi nggak pernah genit sok bahasa asing. Saya nggak denger di forum internal beliau sok pake bahasa asing. Beliau pakai bahasa asing ya di event internasional, bahkan mampu tanpa teks," imbuh dia.
Riza memandang ketulusan Prabowo sudah dibuktikan dengan bergabungnya Ketum Gerindra tersebut ke pemerintah usai kalah dari Jokowi dalam Pilpres.
"Ketika beliau disebut pengkhianat, gabung ke pemerintahan Pak Jokowi, keputusan beliau luar biasa, baik, bukan keputusan politisi, tapi negarawan. Ketika itu beliau di luar pemerintahan, kompetisi, nilainya tipis. Demo nyaris chaos. Ada seorang anak di posko Thamrin sampaikan, Pak saya siap mati untuk Pak Prabowo. Beliau kaget. [Kata dia] Kau jangan mati, harus berjuang," papar Riza.
"Jadi dia putuskan semua relawan mundur teratur, supaya tidak chaos. Itu keputusan pemimpin, cepat, sigap. Kalau beliau tidak cepat, saya tidak bayangkan dua kekuatan besar, yang bedanya tipis dapat hancurkan bangsa. Risiko, pendukung beliau kecewa karena dianggap pengkhianat. Semua niat baik pemikiran beliau terang benderang. Dia nggak cari popularitas dan pencitraan, bisa bandingkan dari calon yang ada," tandasnya.
