Pasutri di Bali Dapatkan Anak Kembar 4 dari Program Bayi Tabung

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasangan suami istri yang mendapatkan 4 anak kembar sekaligus di Denpasar, Bali, Jumat (31/8). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasangan suami istri yang mendapatkan 4 anak kembar sekaligus di Denpasar, Bali, Jumat (31/8). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Pasutri di Denpasar, Luh Gede Irin Pradnyawati (29) dan Putu Agra Ricna Sukarnawan (32) tengah berbahagia dengan kelahir keempat bayi kembarnya pada 1 Agustus 2018 lalu. Pasalnya, pasangan yang telah menikah selama 4 tahun ini berhasil mendapatkan buah hati melalui program bayi tabung.

Kini, keempat bayi kembar itu masih dirawat di RSIA Puri Bunda, Denpasar. Masing-masing diberi nama Putu Agartha Delano Rinandra (berat 1660 gram), Made Anaila Zeina Rinandra (berat 1530 gram), Komang Anaira Isyani Rinandra (berat 1479 gram), dan Ketut Anaisya Kamila Rinandra (berat 1200 gram).

Direktur PT RSIA Puri Bunda, Semadi Putra, menyebut proses persalinan berjalan lancar dan kondisi ibu serta bayi-bayinya saat ini dalam keadaan sehat.

"Kalau di Bali, ini keluarga sudah lengkap. Dari Putu sampai Ketut sudah lengkap semua," ujar Semadi di RSIA Puri Bunda, Jumat (31/8).

Ia menyebut, proses persalinan kembar empat di Bali tergolong jarang. Namun, ia enggak mengklaim bahwa RSIA Puri Bunda merupakan yang pertama menangani kasus kembar empat di Bali.

"Belum ada di data kami untuk di Bali. Tapi kami tidak mau kesannya over claim. Mungkin saja ada tapi tidak dipublikasikan, atau bagaimana akhirnya. Secara nasional ada di daerah lain, seperti di Medan," ujarnya.

Menurut Semadi, dalam proses kehamilan bayi kembar yang paling penting adalah penanganan dan perawatan setelah kelahiran. Sebab, kembar dua saja sudah cukup berisiko, apalagi kembar empat.

"Seribu hari critical phase menunjukan potensi maksimum. Sekarang masuk 30 hari, bagaimana memastikan kemampuan saluran pernapasan, sirkulasi darah stabil, suhu tubuh, dan saluran minum stabil. Termasuk memastikan daya tahan atau imun bayi," jelasnya.

Pasangan suami istri yang mendapatkan 4 anak kembar sekaligus di Denpasar, Bali, Jumat (31/8). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasangan suami istri yang mendapatkan 4 anak kembar sekaligus di Denpasar, Bali, Jumat (31/8). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Sementara, Irin mengaku lega bisa melahirkan keempat buah hatinya setelah mengandung selama 31 minggu. Apalagi, di usia kandunga 28 minggu ia harus bed rest karena kandungannya semakin berat hingga ketubannya pecah di minggu ke-31.

"Saya sangat pikirkan sedari awal, karena resikonya tinggi. Dengan kenyataan itu, saya berdoa dan berusaha. Ini sudah berkat yang luar biasa. Saya jalani dengan ikhlas," tutur perempuan yang berprofesi sebagai guru ini.

Irin mengaku, ia dan keempat anaknya sudah bisa pulang besok, Sabtu (1/9). Namun sebelumnya, ia dan suami sudah dilatih cara merawat keempat buah hatinya oleh pihak dokter dan akan ada suster homecare yang datang membantu.

"Besok sudah boleh pulang. Kami juga sudah di-training untuk perawatan di rumah," pungkas Irin.