Patung Burung Garuda di Sumut Kini Dicat Emas usai Dilaporkan ke Polisi

Patung burung garuda di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), menjadi sorotan. Sebab patung itu dicat warna putih hingga berujung laporan polisi.
Wiga Haryadi adalah warga yang melaporkan peristiwa itu ke polisi. Menurut dia, penggunaan cat putih itu mengubah simbol negara.
Setelah dilaporkan ke polisi, kini patung burung garuda itu sudah dicat menjadi warna emas.
“Begitu kita laporkan, jarak 2 jam dicat kembali sama orang itu,”ujar Wiga kepada kumparan, Rabu (31/3).
Wiga menyebut, cat putih pada patung burung garuda merupakan warna dasar sebelum burung itu dicat warna kuning. Namun, Wiga tetap beranggapan warna putih tersebut sudah final.
“Itu kita anggap cat final karena lambang di perisai (badan garuda) sudah final. Ada merah hijau dan emas. Kalau cat dasar itu kan semua putih. Tapi kenapa hanya badannya tapi perisainya putih,” ujar Wiga.
Sementara Camat Kisaran Timur Rahmat Hidayat mengatakan, mereka tidak memiliki niat mengubah warna patung burung garuda itu. Pihaknya ingin mengecat ulang cat burung garuda yang sudah buram.
“Ada inisiatif dari kepling untuk mengecat agar warnanya kilat dan tahan lama. Kan dicat dulu (putih), baru dicat warna sebenarnya. Itu (putih) warna dasarnya,” ujar Hidayat.
“Jadi ditunggu dulu 2 atau 3 hari. (Kalau) uda lengket betul putihnya baru dicat warna garuda yang sebenarnya. Sekarang sudah di cat. Masalahnya di mana ya ?” ujar Hidayat.
Lebih lanjut, Hidayat mengimbau warganya lebih bijak menyikapi informasi itu.
“Kami berharap untuk yang bermain medsos untuk lebih bijak dan benar. Namanya rehab ya butuh waktu ini sekarang sudah dicat kuning. Sudah selesai itu,” tandasnya.
Sedangkan Kasat Reskrim Asahan AKP Rahmadani belum memberikan tanggapan terkait tindak lanjut pengaduan masyarakat yang disampaikan Wiga.
