Patung Garuda Wisnu Kencana Rampung 100 Persen

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sudah rampung  (Foto: Cisilia Agustina/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sudah rampung (Foto: Cisilia Agustina/kumparan)

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali akhirnya rampung dibangun pada 31 Juli lalu, oleh PT Alam Sutera Realty. Akhir penantian panjang setelah pembangunannya sejak 28 tahun silam yang menuai polemik itu, sempat tersendat 16 tahun lamanya.

Patung karya Seniman Nyoman Nuarta ini memiliki tinggi 121 meter, berdiri kokoh di atas pedestal (alas penyangga) 46 meter di GWK Cultural Park, Ungasan, Kuta Selatan. Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap, patung GWK bisa menjadikan kawasan GWK Cultural Park sebagai Headquarter of World Cultural Forum.

"Akhirnya cita cita suci dari Pak Nyoman bisa terlaksana, termasuk Alm. Joop Ave. Bulan Oktober mendatang kita menjadi host IMF. The Great Project yang akhirnya bisa terlaksana. Ada cita-cita besar ke depannya yakni world cultural forum," ujar Pastika saat jumpa pers syukuran GWK di lokasi, Sabtu (4/8).

Patung GWK juga bisa jadi alternatif baru lokasi wisata, bagi para wisatawan yang sudah mulai jenuh dengan beragam pilihan tempat wisata di Bali.

"Nanti di sekitar lotus pond, tebing-tebing akan diukir, dipahat, visual budaya inti dari seluruh dunia. Sehingga layak jadi Headquarter of World Cultural Forum," tambahnya.

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sudah rampung  (Foto: Cisilia Agustina/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sudah rampung (Foto: Cisilia Agustina/kumparan)

Nyoman Nuarta sendiri menjelaskan, GWK merupakan kolaborasi antara seni, teknologi dan sains. Tak berlebihan, jika nantinya bisa menjadi ikon budaya untuk meningkatkan pariwisata dan devisa negara.

Dari segi teknis kontruksi, tingkat kerumitannya yang tinggi dibuat tanpa deformasi dari model, dengan skala kecil. Kemudian dari sisi ketahanan, kulit patung hanya akan hancur jika dihempas angin 250 km per jam atau setara 3,5 kali hembusan angin terkuat yang selama ini terekam di Bali, yakni 70 km per jam.

"Ini patung terbesar dan terunik. Luar biasa sulitnya, kerumitannya tiada dua. Bali ini kan hidup dari budaya. Bahkan sumbangan pariwisata itu luar biasa. Ini bisa bantu menambah devisa negara," papar Nuarta.

Dalam pertemuan IMF dan World Bank 2018 nantinta, patung seberat 3 ribu ton yang dibuat menggunakan 2,5 hektar lempeng ini, akan ditunjukkan kepada para delegasi dunia.

"Termasuk bagaimana bisa menunjukkan ketahanannya. Patung ini kami pertanggungjawabkan secara profesional,"imbuh Nuarta.

Mahkota Wisnu dipasang di GWK (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mahkota Wisnu dipasang di GWK (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Meski patung sudah rampung 100 persen, pedestal patung tersebut masih dalam proses pembangunan. Sebab salah satu lantainya, akan digunakan sebagai museum.

"Rencananya akan dibuat museum, galeri, restoran dan macam-macam lainnya. Untuk IMF masih belum (bisa dipamerkan). Karena patungnya saja baru selesai," papar Nuarta.

Pedestal tersebut akan bisa menampung hingga seribu orang. Di lantai atas, pengunjung dapat melihat hamparan Pulau Bali hingga ke Lombok. "Namun kendala sementara adalah tangga darurat yang terbatas. Harus menyesuaikan diri dengan peraturan pemerintah. Kita harus giliran naiknya," kata Nuarta.

Patung GWK sendiri bagi Nuarta, bukan sekadar pencapaian pribadi atas karyanya namun juga persembahan untuk negara, sebagai hadiah 73 tahun Indonesia di bulan Agustus 2018 ini. Maka dari itu, dalam syukuran selesaianya pembangunan GWK yang digelar Sabtu (4/8) malam ini, juga digelar seremonial budaya bertajuk Swadarma Ning Pertiwi.

Dalam acara tersebut para seniman lokal Bali ikut mengisi acara. "Seniman-seniman ini adalah teman-teman saya. Ingin ikut menggembirakan syukuran ini. Di satu sisi bangga, di satu sisi ada sedihnya karena selama ini sudah bagian dari kita. Bayangin saja tiap hari liat sekarang sudah tidak karena selesai," pungkas Nuarta.