Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.0
10 Ramadhan 1446 HSenin, 10 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Paus Fransiskus Mulai Stabil, Tapi Kondisi Medisnya Kompleks
3 Maret 2025 10:10 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Vatikan menyebut kondisinya stabil, tapi situasi medisnya tetap kompleks.
ADVERTISEMENT
Kepala 1,4 miliar umat Katolik itu dirawat sejak 14 Februari akibat bronkitis yang berkembang menjadi pneumonia.
Setelah menunjukkan perbaikan, ia mengalami krisis pernapasan pada Jumat (28/2).
“Paus tidak membutuhkan ventilasi mekanis, hanya terapi oksigen aliran tinggi,” ujar Vatikan dalam pernyataan resmi, Minggu (2/3).
Ia juga disebut tidak mengalami demam dan sempat mengikuti misa dari kamarnya.
‘Didukung oleh Umat Tuhan’
Dalam pesan tertulis menggantikan doa Angelus mingguannya, Paus Fransiskus menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan dukungan yang mengalir dari berbagai penjuru dunia.
“Saya merasakan kasih sayang dan kedekatan Anda semua. Saya merasa ‘didukung’ oleh umat Tuhan,” tulisnya.
Ia kembali menyerukan doa untuk perdamaian, menyebut Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, Sudan, dan Kivu sebagai wilayah yang masih dilanda konflik.
ADVERTISEMENT
Di Lapangan Santo Petrus, ketidakhadirannya terasa.
“Saat memasuki lapangan, refleks pertama adalah melihat ke jendela tempat biasanya beliau berdiri,” ujar seorang peziarah asal Italia, Lorena Compare, seperti mengutip AFP.
Tantangan Kesehatan dan Kepemimpinan
Sejak 2013, Paus Fransiskus menghadapi berbagai masalah kesehatan, dari operasi usus besar hingga hernia. Namun, perawatan kali ini menjadi yang terpanjang dalam masa kepausannya.
Akhir pekan lalu, Vatikan menyebut kondisinya sempat kritis setelah mengalami serangan pernapasan hebat. Ia harus menjalani transfusi darah sebelum perlahan menunjukkan pemulihan.
Vatikan menyatakan parameter hemodinamiknya stabil, dan jumlah sel darah putihnya normal—indikasi bahwa tubuhnya tidak sedang melawan infeksi baru.
Meski masih bekerja dari kamar perawatannya, pertanyaan soal masa depan kepemimpinannya telah mencuat.
Sejak lama, ia membuka kemungkinan mengundurkan diri jika kesehatannya tak memungkinkan, seperti yang dilakukan pendahulunya, Benediktus XVI.
ADVERTISEMENT
Namun, ia menegaskan saat ini belum waktunya. Menyambut perayaan Yubelium yang akan menarik jutaan peziarah ke Roma tahun ini, Fransiskus masih bertekad menjalankan perannya.
Dengan kondisi Paus saat ini, para dokter mengingatkan pemulihannya penuh butuh waktu.