Paus Kepala Busur Pakai 'Alunan' Jazz untuk Menarik Lawan Jenis

Setiap makhluk hidup punya cara unik untuk menarik pasangannya, begitu juga dengan paus kepala busur. Menurut riset, paus kelapa busur seakan menggunakan 'alunan musik' jazz yang unik. Hal ini sedikit berbeda dengan paus bungkuk yang menggunakan 'musik' klasik untuk akan mendekati lawan jenisnya,
Dikutip dari Independent, Kamis (5/4), peniliti dari Universitas Washington, Profesor Kate Stafford, mengatakan, paus kepala busur seperti "Louis Armstrong" dari lautan. Hal tersebut dikatakan Kate dan timnya, setelah mereka berhasil mengungkap alunan nada yang bervariasi dari lagu-lagu yang dihasilkan selama paus memasuki musim kawin.
"Ketika kami mendengar, itu sangat mengherankan. Paus kepala busur bernyanyi dengan suara keras, selama 24 jam sehari, dari November hingga April. Dan bernyanyi dengan berbagai suara, banyak lagu yang berbeda," ujar Kate.
Paus kepala busur, memiliki mulut terbesar, jika dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Melalui mulutnya yang besar, ia bisa mengeluarkan alunan vokal yang bervariasi.
"Pada awalnya kami berpikir, paus kepala busur melakukan hal yang sama (dengan paus bungkuk), berdasarkan data yang terbatas dari musim semi," ujar Kate.
"Tapi rekaman 2008 itu adalah petunjuk pertama, dan sekarang data ini menegaskan bahwa lagu paus (kepala busur) benar-benar berbeda dengan paus bungkuk," tambah Kate.

Para peneliti berhasil menangkap suara-suara indah dari paus ini setelah mereka menggunakan hydrophone--mikrofon bawah laut. Dari alat tersebut, peneliti berhasil merekam suara paus saat musim kawin selama beberapa tahun belakangan.
"Jika lagu paus bungkuk seperti musik klasik, kepala busur adalah jazz. Suara itu (paus kepala busur) lebih bebas," jelasnya.
Para peneliti mengakui, telah dibuat kagum oleh suara-suara tersebut. Menurut mereka, suara tersebut berulang selama beberapa bulan dengan sebuah pola khusus. Namun, kadang ada suara yang tidak lagi terdengar di tahun berikutnya.
Studi yang diterbitkan dalam Biology Letters ini, menganalisis data audio yang dikumpulkan sepanjang tahun dari pods timur Greenland dari tahun 2010 hingga 2014. Sebanyak 184 lagu khusus atau frasa musik teridentifikasi. Pertama kali paus ini diketahui dapat bernyanyi pada 2007 di barat Greenland.
Menurut data, populasi paus kepala busur ini terancam punah. Tercatat, paus jenis ini sudah diburu sejak abak ke-17. Sebelum maraknya perburuan, diperkirakan paus ini berjumlah sekitar 50.000 ekor. Saat ini ada sekitar 100 ekor ada di perairan sekitar pulau Spitsbergen--salah satu pulau di Kepulauan Svalbard, wilayah paling utara Nowegia.
Hingga kini, peneliti masih terus mendalami mengapa paus kepala busur melakukan perubahan suaranya.
