Paus Leo soal Konflik AS-Israel dan Iran: Hentikan Kekerasan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus dalam perjalanan apostolik pertamanya di Beirut, Lebanon, Selasa (2/12/2025). Foto: Yara Nardi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus dalam perjalanan apostolik pertamanya di Beirut, Lebanon, Selasa (2/12/2025). Foto: Yara Nardi/REUTERS

Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, menyerukan penghentian eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal itu disampaikannya menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memicu serangan balasan.

“Menghadapi kemungkinan terjadinya tragedi dalam skala yang sangat besar, saya menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral guna menghentikan spiral kekerasan sebelum berubah menjadi jurang yang tidak dapat diperbaiki,” kata Paus Leo di hadapan umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Minggu (1/3), dikutip dari AFP.

Paus menegaskan kekerasan dan ancaman militer tidak akan pernah menjadi dasar terciptanya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan.

Ledakan di laut, setelah rudal diluncurkan ke arah Israel dari Iran menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran, seperti terlihat dari Haifa, Israel utara, Sabtu (28/2/2026). Foto: Rami Shlush/REUTERS

“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman timbal balik atau dengan senjata yang menebar kehancuran, penderitaan, dan kematian, melainkan hanya melalui dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab,” ujar Paus Leo.

Ia juga menekankan pentingnya diplomasi sebagai jalan keluar dari konflik yang semakin memburuk di kawasan tersebut.

“Semoga diplomasi dapat kembali menjalankan perannya dan kebaikan bagi rakyat dapat dikedepankan,” tambahnya.

Selain menyinggung konflik AS-Israel-Iran, Paus Leo turut menyerukan kembalinya dialog antara Afghanistan dan Pakistan, yang juga tengah berkonflik.