PBB Pangkas Anggaran 15 Persen dan PHK Ribuan Staf karena Tunggakan Iuran
·waktu baca 2 menit

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (1/12) menyatakan bahwa organisasi tersebut akan memangkas anggaran sebesar 15,1 persen tahun depan. Mereka juga bakal mengurangi staf sebesar 18,8 persen.
Pengumuman itu disampaikan lantaran iuran anggota yang belum terbayar mencapai USD 1,59 triliun atau setara Rp 26.500 triliun.
Guterres pada kesempatan itu juga mengumumkan anggaran PBB tahun depan sebesar USD 3,24 miliar atau setara Rp 53,9 triliun. Dana tersebut berkurang sebesar USD 557 juta atau sekitar Rp 9,26 triliun dari anggaran pada 2025 ini.
Adapun total PHK yang akan dilakukan PBB mencapai 2.681 posisi di berbagai badan.
Tunggakan dari AS dan China
Dalam pernyataan terpisah, PBB menyebut bahwa hingga September 2025 mereka mengalami kekurangan dana akibat tunggakan iuran dari Amerika Serikat (AS), China, Rusia, dan Meksiko.
Guterres menegaskan bahwa anggaran untuk badan PBB urusan pengungsi Palestina, UNRWA, tetap utuh, mengingat besarnya kebutuhan kemanusiaan di Palestina.
“Saya memutuskan untuk membebaskan UNRWA dari pengurangan apa pun yang akan berdampak dramatis pada tulang punggung seluruh respons kemanusiaan di Gaza,” kata Guterres seperti dikutip dari Al Jazeera.
“Anggaran untuk Akun Pembangunan dan advokasi untuk pembangunan Afrika juga akan tetap pada tingkat tahun 2025,” ujarnya.
PBB saat ini memiliki 193 negara anggota. Mereka diwajibkan untuk membayar iuran (kontribusi) tahunan kepada PBB yang besarannya dihitung berdasar formula yang kompleks, antara lain pendapatan nasional bruto, jumlah penduduk, hingga tingkat utang luar negeri.
Negara-negara maju dan berpenghasilan tinggi seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan China menyumbang persentase terbesar dari total anggaran PBB.
