PBB: Setiap 10 Menit Ada 1 Anak Palestina Tewas & 2 Terluka di Jalur Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Seorang pria membawa seorang gadis muda yang terluka ketika sebuah supermarket terkena serangan Israel di kamp pengungsi Rafah di Jalur Gaza selatan pada 25 Oktober 2023. Foto: Said Khatib/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria membawa seorang gadis muda yang terluka ketika sebuah supermarket terkena serangan Israel di kamp pengungsi Rafah di Jalur Gaza selatan pada 25 Oktober 2023. Foto: Said Khatib/AFP

Sejak perang berkecamuk tepat sebulan lalu, setiap 10 menit ada satu anak Palestina tewas dan dua lainnya terluka akibat serangan brutal dan genosida pasukan zionis Israel di Jalur Gaza.

Tragedi kemanusiaan itu terjadi lantaran pasukan penjajah melanggar segala hukum internasional yang ada — menggempur tanpa pandang bulu dan menargetkan serangan ke fasilitas maupun warga sipil.

Dikutip dari Anadolu Agency, laporan itu diberikan badan utama PBB yang bertugas membantu pengungsi Palestina dan beroperasi di Jalur Gaza, UNRWA, melalui platform X, pada Senin (6/11).

"Rata-rata, seorang anak terbunuh dan dua lainnya terluka setiap 10 menit selama perang," tulis UNRWA.

Adapun menurut laporan PBB, sebagian besar korban perang terdiri dari kaum rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. Mereka acap kali menjadi target serangan saat sedang berlindung di tempat pengungsian, mengantre beli makanan, atau dirawat di rumah sakit.

UNRWA kemudian menegaskan bahwa warga sipil — bagaimanapun juga, harus dilindungi dalam perang. Warga sipil di mana pun mereka berada, kata UNRWA, tidak boleh dijadikan target.

Seorang pria Palestina membawa jenazah seorang anak yang tewas dalam serangan Israel, di rumah sakit Shuhada Al-Aqsa di Jalur Gaza tengah 31 Oktober 2023. Foto: Ahmed Zakot/Reuters

"Melindungi warga sipil pada masa konflik bukanlah sebuah aspirasi atau cita-cita — ini adalah kewajiban dan komitmen terhadap kemanusiaan kita bersama," tambahnya.

Beroperasi di Jalur Gaza, UNRWA saat ini menampung sekitar 670 ribu warga Palestina yang ditempatkan di sekolah-sekolah. Serangan Israel yang juga mengarah ke kamp pengungsian bahkan menewaskan sedikitnya 70 relawan UNRWA.

Per Senin (6/11), gempuran tanpa henti Israel di Jalur Gaza telah membunuh lebih dari 10.022 warga Palestina — termasuk 4.104 di antaranya adalah anak-anak dan 2.641 wanita. Di sisi lain, jumlah korban tewas di pihak Israel hampir mencapai 1.600 orang.

Terlepas dari banyaknya jumlah korban jiwa, Israel menerapkan blokade total di Jalur Gaza yang menimbulkan hambatan bagi warga untuk memperoleh air bersih, makanan, listrik, dan bahan bakar.

Warga yang terjebak di Jalur Gaza terpaksa memanfaatkan air yang terkontaminasi — itu pun harus mengantre, sehingga ancaman wabah kolera atau penyakit menular lainnya berpotensi besar meningkatkan angka korban jiwa.

X post embed
kumparan post embed