PBNU Sesalkan Pengeroyokan Ade Armando: Tahan Diri, Hormati Ramadhan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Terkini Ade Armando Usai dikeroyok saat demo. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Terkini Ade Armando Usai dikeroyok saat demo. Foto: Dok. Istimewa

Aksi pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armando dalam demonstrasi di depan Gedung DPR pada Senin (11/4) kemarin, menuai kecaman. PBNU turut menyesalkan kejadian tersebut.

"Kita menyayangkan kejadian tersebut. Seharusnya tidak boleh melakukan kekerasan sesama manusia tanpa melalui proses hukum yang berlaku," kata Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, kepada kumparan, Selasa (12/4).

Gus Fahrur, sapaannya, menyebut sejak awal PBNU sudah mengimbau agar tidak turun jalan, demi menjaga ketentraman dan ketertiban di bulan Ramadhan.

Siswa STM memanjat pagar DPR saat Aliansi Badan Eksekutif Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demo 11 April di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Semuanya supaya menahan diri dan menghormati kemuliaan Ramadhan, apalagi bagi muslim yang berpuasa dilarang marah dan bertengkar," tuturnya.

Dia menyarankan hendaknya usulan dan tuntutan kepada pemerintah disampaikan secara baik dan santun, disampaikan secara tertutup dan langsung tertuju pada kebijakan pemerintah yang dimaksud, tanpa perlu mencela dan mencaci maki.

"Mari menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat, agar semua bisa bekerja dan mencari nafkah dengan baik di bulan Ramadhan," pungkasnya.

Polisi membawa Ade Armando yang terluka saat demo 11 April di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Reporter: Cita Auliana