News
·
14 Januari 2021 2:36

PBNU soal Jokowi Pilih Komjen Sigit Jadi Calon Kapolri: Harus Dihormati

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PBNU soal Jokowi Pilih Komjen Sigit Jadi Calon Kapolri: Harus Dihormati (140290)
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo rapat dengar pendapat membahas penanganan perkara kasus PT Trans Pasific Petro Chemical Utama (TPPI). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Presiden Jokowi sudah mengirimkan surat ke DPR terkait calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun pada akhir Januari 2021.
ADVERTISEMENT
Calon yang diajukan Jokowi ialah Komjen Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Polri.
Menanggapi itu, Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan, Robikin Emhas meminta seluruh pihak menghormati calon kapolri pilihan Jokowi. Dia yakin Listyo Sigit merupakan salah satu putra terbaik Bhayangkara.
"Siapa pun calon Kapolri pilihan presiden harus dihormati. Bagaimanapun, presiden memiliki kekuasaan langsung yang diberikan oleh konstitusi untuk memutuskan calon pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada akhir Januari," kata Robikin, Rabu (13/1).
"Saya yakin siapa pun nama yang disodorkan presiden ke DPR adalah putra terbaik Bhayangkara," tambah dia.
PBNU soal Jokowi Pilih Komjen Sigit Jadi Calon Kapolri: Harus Dihormati (140291)
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Robikin memberikan sejumlah pesan kepada Listyo Sigit agar mampu menjalankan fungsi Polri untuk memelihara keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat tanpa pandang bulu.
ADVERTISEMENT
"Dalam penegakan hukum misalnya, hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Atau terjadi semacam politik belah bambu, satu dipijak dan yang lain dijunjung," ucap dia.
Lebih lanjut, Robikin berharap Sigit tetap menjunjung kapasitas, profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai Kapolri kelak.
"Atas dasar ini semua, penunjukan nama Komjen Sigit Listyo Prabowo yang yang secara resmi telah diajukan presiden ke DPR patut didukung dan disambut baik," ucapnya.
"Sekali lagi, kapasitas, profesionalitas, dan integritas Polri adalah parameter kunci kepemimpinan Polri. Hal seperti itu juga sesuai ajaran agama," tutup Robikin.