PDIP: Jokowi Cawe-cawe Kebablasan Berselimut Kepentingan Pribadi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/7). Foto: Paulina Herasmarinandar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/7). Foto: Paulina Herasmarinandar/kumparan

Jokowi telah menyatakan presiden boleh berpihak dan kampanye di Pilpres 2024. Publik pun menduga-duga, ini semakin mengarah ke duet 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi sudah membantah. Katanya, apa yang disampaikannya adalah fakta terkait UU Pemilu Nomor 17 tahun 2007.

Namun di sisi lain, PDIP menilai apa yang disampaikan Jokowi bisa bermakna bermain di ranah abu-abu. Jokowi, katanya, bermain di atas ranjau politik.

"Pak Jokowi seperti sedang bermain di antara rambu-rambu dan ranjau-ranjau politik. Standar dan kualitas etis dari orang-orang terdekatnya akan mewarnai putusan yang akan diambil," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, Selasa (30/1).

"Sekaligus torehan sejarah seperti apa yang akan dicatat dalam perjalanan keadaban publik Indonesia di masa depan," imbuhnya.

Presiden Jokowi memegang printout aturan UU Pemilu yang menyebut bahwa presiden boleh kampanye. Penjelasan Jokowi itu disampaikan di Istana Bogor, Jumat (26/1/2024). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Kata Hendrawan, apa yang dilakukan Jokowi bisa disebut cawe-cawe. Bahkan cenderung berlebihan.

"Demonstrasi cawe-cawe yang kebablasan dan berselimut kepentingan pribadi, akan melahirkan resesi atau regresi demokrasi," tutur dia.

Menurutnya, Jokowi sedang risau. Sehingga pernyataannya belakangan menuai pro dan kontra.

"Jokowi akhir-akhir ini sering menimbulkan pro-kontra, sering bercampur aduk muatannya, antara kepentingan pribadi dan aspirasi implementasi konstitusi," ujarnya.

"Ada nada kerisauan dan pergulatan psiko-kultural yang sedang dialaminya," tutup dia.

Presiden Joko Widodo sarapan pagi bersama Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Yogyakarta, Minggu (28/1/2024). Foto: Dok. Ari Dwipayana

Jokowi sempat meluruskan soal pernyataan presiden boleh memihak dan berkampanye. Dia menegaskan, hanya menjawab pertanyaan wartawan dan menjelaskan aturan, jangan sampai dibawa ke mana-mana.

Namun, setelah itu, Jokowi tampak bersepeda dan makan bersama dengan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Yogyakarta, pada Minggu (28/1).

Presiden Joko Widodo bersama Menhan Prabowo Subianto di Bakso Pak Sholeh Bandongan, Magelang, Jawa Tengah, Senin (29/1/2024). Foto: Dok. Istimewa

Sehari setelahnya, Jokowi hadir dalam peresmian Graha Utama Akmil. Hadir pula Menhan sekaligus capres 02 Prabowo Subianto. Usai acara, keduanya makan bakso bersama di Magelang.

Pertemuan Jokowi dengan para ketum parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) sebelumnya pernah terjadi. Jokowi lebih dulu bertemu dengan Prabowo, lalu lari pagi dan sarapan bersama Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istana Bogor, dan makan siang bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan di Bogor.