PDIP Mau 'Bilas' Jateng, TKD Prabowo-Gibran Balas dengan 'Andukan'
·waktu baca 2 menit

Kampanye Daerah (TKD) Prabowo - Gibran Jawa Tengah menanggapi dengan santai strategi 'bersih-bilas' yang dilakukan oleh Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar - Mahfud. TKD akan menggunakan strategi "andukan" atau mengelap dengan handuk.
Ketua TKD Prabowo-Gibran Jateng Kukrit Suryo Wicaksono mengaku tak mengetahui strategi bilas yang dilakukan oleh TPD bila Prabowo - Gibran melakukan kampanye di Jateng. Namun, pihaknya selalu berusaha membentuk sentimen positif.
"Saya tidak mengerti istilah bilas. Tapi yang kita perjuangkan bagaimana kita membentuk opini positif di masyarakat bahwa Pak Prabowo dan Mas Gibran ini paling tahu apa yang diharapkan masyarakat. Pak Prabowo dan Mas Gibran ini paling tahu apa yang diharapkan millenial," ujar Kukrit di sela deklarasi dukungan dari komunitas praktisi hukum di Hotel Padma Semarang, Selasa (6/2).
Namun, ia berkelakar bila TPD memiliki strategi andukan untuk melawan TPD dengan strategi 'bersih bilas'. Andukan itu memiliki arti untuk memberikan yang terbaik.
"Kalau ada strategi bilas, ya tinggal kita adukan aja. Nek dibilas ya andukan kan. Berikan yang terbaik," tegas dia.
Kukrit sendiri masih optimis Jawa Tengah akan menjadi penyumbang suara terbanyak untuk Prabowo - Gibran. Apalagi, dukungan terus mengalir termasuk dari praktisi hukum.
"Ini otomatis akan memberikan dampak luar biasa karena di belakang praktisi hukum ini banyak komunitas dan kita lihat praktisi hukum ini dari berbagai usia. Menambah keyakinan kita pak Prabowo-Gibran Insyallah menang sekali putaran dan penyumbang suara terbanyak adalah Jawa Tengah," kata Kukrit.
Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Jawa Tengah, Agustina Wilujeng, mengatakan, timnya memiliki strategi 'bilas bersih' untuk melawan kampanye Prabowo Gibran di Jawa Tengah. Strategi itu dilakukan demi menjaga Jawa Tengah sebagai kandang banteng.
"Buat kami semakin yakin semakin kuat terutama di Jateng, ada 'si Komo lewat' dan kita harus membilas bersih, kami bertiga, saya, mas Pacul (Bambang Wuryanto) dan mbak Puan (Puan Maharani) berkeliling memastikan Jawa Tengah tetap menjadi Kandang Banteng.
istilahnya mas Pacul kita membilas, ternyata bisa bersih. Saya optimis, sangat optimis," kata Agustina Minggu (4/2) malam.
