kumparan
31 Mei 2018 12:47 WIB

PDIP Murka karena Berita Radar Bogor Singgung Megawati

Loading Instagram...
Media Radar Bogor digeruduk oleh kader dan simpatisan PDIP pada Rabu (30/5), karena dinilai menghina Megawati Soekarnoputri dengan pemberitaan soal polemik gaji Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
ADVERTISEMENT
Pemberitaan Radar Bogor yang membuat kader PDIP marah berjudul "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 juta". Berita itu naik cetak pada Rabu (30/5).
Apa respons PDIP melihat kejadian kemarin?
"Gini lho, ini yang orang pada enggak paham. Kalau pemberitaan kayak gitu, Radar Bogor memberitakan kayak gitu, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah," kata Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5).
Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto (Foto: Aria Pradana/kumparan)
Ia menjelaskan, Megawati adalah sosok yang begitu dicintai dan dihormati oleh seluruh kader dan simpatisan PDIP di Indonesia. Bahkan lebih dari itu, Megawati adalah ibu bagi kader dan simpatisan PDIP.
"Kenapa begitu? Karena Megawati Soekarnoputri bagi PDIP bukan sekadar ketua umum. Kami ada ikatan emosional dengan ibu ketum. Itu sudah kayak ibu kita. Itu sudah kayak ibu kami," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Bambang menambahkan, respons PDIP terhadap pemberitaan Radar Bogor masih wajar. "Kalau ibu kami dihina, dilecehkan, kira-kira apa yang terjadi pada kau? Hanya ada dua, kalau ibu kau dilecehkan kamu masih berpikir hukum, itu hanya dua sebabnya," ungkap dia.
"Nomor 1 anda sudah sangat hebat sehingga mungkin tidak di republik ini tinggalnya, mungkin di barat. Atau mungkin di situ space 100 tahun kemudian, karena orang timur itu emotional bonding itu terjadi," tutupnya.
Megawati Soekarnoputri (Foto: ANTARAFOTO/Mohammad Ayudha)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan