PDIP Nilai Pidato KEM-PPKF Prabowo Bisa Beri Harapan ke Masyarakat-Investor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira Foto: Rosa Panggabean/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira Foto: Rosa Panggabean/Antara

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menilai pidato Presiden, Prabowo Subianto, dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) di Rapat Paripurna DPR membawa harapan bagi masyarakat hingga pelaku pasar.

“Ya, dari kemarin ketika mendengar bahwa hari ini Presiden datang, tentu ini situasi khusus dan kita harap bahwa Presiden menyampaikan hal-hal yang benar-benar bisa memberikan harapan ya, memberikan harapan untuk masyarakat dan terutama juga para pelaku ekonomi, investor, pasar, dan tadi kita semua sudah mendengar apa yang disampaikan oleh Presiden,” kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, usai pidato tersebut pada Rabu (20/5).

Menurut Andreas, pidato Prabowo diharapkan mampu memperbaiki sentimen pasar dan mendorong optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional ke depan.

“Kita tunggu lah di dalam beberapa waktu terakhir ini, ke depan, pasar bagaimana pasar merespons itu dan harapan kita tentu memperbaiki situasi ekonomi kita,” ujarnya.

Andreas menilai pesan-pesan yang disampaikan Prabowo selama ini, termasuk sejak pidato awal usai dilantik sebagai presiden, cukup meyakinkan dan memberikan harapan akan adanya perubahan.

“Ya selama ini saya memperhatikan itu sejak ketika Pak Presiden pidato awal pada 20 Oktober ketika beliau dilantik, terakhir waktu sidang MPR, bahwa pidato-pidato beliau itu ya cukup meyakinkan gitu. Dalam arti seharusnya bisa memberikan harapan pada perubahan ya, harapan pada masyarakat dan juga seharusnya pasar merespons itu dengan baik gitu,” ucap Andreas.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Meski demikian, Andreas menegaskan tantangan utama terletak pada implementasi dari pidato dan janji yang disampaikan Presiden Prabowo.

Menurut dia, keberhasilan pemerintah akan ditentukan dari bagaimana kementerian dan lembaga menerjemahkan arahan Prabowo menjadi program nyata.

“Cuma kan ya persoalannya kan tunggu implementasi. Bagaimana menerjemahkan apa yang dipidatokan oleh Presiden untuk ya menjadi program-program gitu,” tutur Andreas.

“Karena ke depan ini kan di dalam bulan Juni nanti kami bicara dengan kementerian dan lembaga, soal RKAKL dari kementerian-kementerian. Nah di sini kan kuncinya gitu, bagaimana menerjemahkan, mengimplementasikan apa yang dipidatokan Presiden di dalam ya lembaga, kementerian dan lembaga,” sambungnya.

Selain itu, Andreas juga menyoroti kritik Prabowo terhadap birokrasi dalam pidatonya. Ia mengatakan kritik tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah.

“Nah tadi juga Presiden juga memberikan kritik, kritik terhadap birokrasi, dan itu kita dengarkan secara langsung gitu. Nah persoalannya bagaimana nanti implementasinya, dan itu yang penting gitu. Dan ini yang kita akan lihat di dalam beberapa waktu ke depan,” pungkas Andreas.