PDIP Perjuangan Jabar Kritisi Arteria Dahlan soal Kajati Gunakan Bahasa Sunda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Politikus PDI Perjuangan, Arteria Dahlan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Politikus PDI Perjuangan, Arteria Dahlan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono turut memberi tanggapan terhadap Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung untuk mencopot Kajati yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat.

Ono mengatakan, pernyataan Arteria terlalu berlebihan dan harusnya tak dikatakan seorang kader PDIP.

Sebagai kader, Arteria harus memahami nilai nasionalisme dan Pancasila sebagaimana telah digaungkan Soekarno. Dia pun meminta Jaksa Agung mengabaikan permintaan Arteria.

"Abaikan saja permintaan itu (Arteria). Sebagai kader kan harus mengerti Nasionalis dan Pancasila," kata dia pada wartawan, Rabu (19/1).

Lebih lanjut, Ono meyakini penuturan menggunakan bahasa Sunda yang disampaikan oleh Kajati tersebut dimaksudkan untuk membuat akrab sehingga harusnya tak dipermasalahkan oleh Arteria.

Sebagai tindak lanjut, Ono sudah menyampaikan soal hal itu kepada pengurus partai di tingkat pusat. Diharapkan, hal itu dapat dijadikan perhatian dan Arteria segera menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sunda.

"Saya sudah melaporkan kondisi ke pimpinan di DPP Partai terkait dengan dinamika yang ada di Jawa Barat, meskipun belum tertulis," kata dia.

Sebelumnya, pernyataan Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, menuai polemik usai meminta Jaksa Agung mencopot Kajati yang menggunakan bahasa Sunda dalam rapat kerja.

Selain dikecam melalui lisan, Arteria juga dikecam melalui tulisan dengan dipasangnya spanduk bertuliskan 'Arteria Musuh Orang Sunda' di Jalan Tamansari, Kota Bandung.