PDIP Puji Pidato Prabowo di Sidang PBB: Senapas dengan Perjuangan Bung Karno
·waktu baca 2 menit

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengapresiasi pidato yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB ke-80.
Menurutnya, pidato yang disampaikan Prabowo sangat mewakili bangsa, terutama terkait konflik Palestina dan Israel.
“Kami memberikan apresiasi terhadap pidato dari Presiden Prabowo, mewakili dari seluruh rakyat Indonesia seluruh bangsa dan negara, di mana kita melihat aksi brutal kekejaman kemanusiaan di Gaza,” ucap Hasto di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan pada Rabu (24/9).
Hasto menilai, pesan Prabowo terkait genosida di Palestina sangat kuat secara historis. Menurutnya, Indonesia sangat anti dengan kekerasan di Gaza.
“Dan apa yang disampaikan Presiden Prabowo sangat kuat secara historis dan secara ideologis bahwa kita mendukung kemerdekaan Palestina seluas-luasnya kita menentang praktik-praktik anti kemanusiaan yang terjadi di Gaza, kita mengutuk itu dan kemudian kita menggalang solidaritas antarbangsa,” ucap Hasto.
Lebih lanjut, sikap Prabowo terhadap kondisi Palestina, dinilai Hasto senapas dengan apa yang disampaikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno.
“Karena yang disampaikan Presiden Prabowo juga senapas yang diperjuangkan oleh Bung Karno, yang sejak Konferensi Asia Afrika memang telah menandatangani komunikasi politik di dalam mendukung kemerdekaan Palestina seluas-luasnya,” tandas Hasto.
Prabowo memperjuangkan Palestina di mimbar Sidang Umum PBB ke-80. Ia menyampaikan tentang perlunya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Namun, hal tersebut harus disertai dengan jaminan keamanan bagi Israel.
"Untuk mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat, kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan Israel. Dengan cara itu, kita akan mendapatkan perdamaian yang sejati. Tak ada lagi kebencian, tak ada lagi kecurigaan," kata Prabowo di podium, Selasa (23/9).
Ia kembali menekankan satu-satunya jalan ada two state solution.
"Dua keturunan Abraham harus hidup dalam rekonsiliasi, perdamaian, dan harmoni," ucapnya.
Para keturunan Abraham yang dimaksud adalah para penganut Muslim, Yahudi, dan Kristiani.
"Orang Arab, Yahudi, Muslim, Kristiani, Hindu, Buddha dan semua agama, harus hidup sebagai satu keluarga," ucapnya.
Prabowo juga menyebut bahwa rencana itu terasa seperti mimpi. Tapi, dengan komitmen, mimpi itu bisa dicapai.
