PDIP Respons PSI Merasa Diludahi: Koreksi Internal Dong, Jangan Cari Sensasi

4 Agustus 2023 10:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Politikus PSI, Ade Armando, menyebut partainya merasa diludahi PDIP karena dukungan terhadap Ganjar Pranowo tak diakui. Belakangan, PSI justru mendapat sambutan dari Prabowo Subianto yang datang ke markas PSI.
ADVERTISEMENT
Merespons itu, politikus PDIP, Masinton Pasaribu, heran dengan sikap PSI. Menurutnya, kalau PSI benar ingin mendukung Ganjar, tinggal bangun komunikasi yang baik dan etis.
"Kalau murni mendukung Mas Ganjar jadi presiden, konsisten saja dengan dukungan. Jangan cari alasan sana sini," ucap Masinton saat dimintai tanggapan, Jumat (4/8).
Anggota Komisi III DPR itu menjelaskan, dukungan PSI dianggap tidak etis karena saat itu PDIP --sebagai partai asal Ganjar-- belum mendeklarasikan Ganjar sebagai capres sehingga PSI mendahului.
"Secara resmi Bu Mega belum mengumumkan. Kedua, Ganjar itu kader PDIP, sesama parpol ya mbok etika dong, enggak ujug-ujug," ucapnya.
Politikus PDIP, Masinton Pasaribu. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Politikus asal DKI Jakarta itu mengatakan PDIP terbuka dengan setiap partai yang ingin berkomunikasi baik partai parlemen atau nonparlemen. Toh, saat ini sudah ada PPP, Hanura, dan Perindo.
ADVERTISEMENT
Bahkan, PAN juga disambut langsung oleh Megawati di DPP PDIP, meski tidak mendeklarasikan dukungan pada Ganjar. Masinton lalu menyindir PSI mendukung Ganjar karena cari sensasi.
"Politik itu kan komunikasi bukan sensasi. Jadi politik kita substansi bukan politik sensasi," tegas Masinton.
Sebelumnya, Ade Armando meluapkan kekesalannya soal PSI mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres namun direspons dengan anggapan tak ada etika berpartai. PSI juga dianggap PDIP hanya mencari efek ekor gas dengan mendukung Ganjar.
Di tengah ketidakjelasan itu, PSI lalu menyambut kedatangan Prabowo Subianto di markasnya dan mengaku ada kecocokan.
"Ketika PSI mendukung Ganjar sebagai capres, kami diludahi PDIP. Sekarang Prabowo datang ke markas PSI, ya pasti kami terima dengan bersahabat," kata Ade Armando.
Spanduk PSI dukung Ganjar di Kelapa Gading. Foto: Nadia Riso/kumparan