PDIP Respons Tifatul: Tahun Depan Pembaca Doa Harusnya dari Kemenag

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mau memperpanjang soal doa yang diucapkan anggota Fraksi PKS Tifatul Sembiring untuk Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno yang juga hadir saat doa dibacakan Tifatul pada sidang tahunan MPR pagi tadi.
"Doa tidak boleh diperdebatkan, tidak elok memperdebatkan doa. Doa itu sesuatu yang sakral, tidak boleh diperdebatkan," katanya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).
Menurutnya, jika diperdebatkan maka doa itu akan menjadi pembahasan politik yang tidak baik. Oleh karena itu dia dan anggota Fraksi PDIP yang lain berbaik sangka dengan doa tersebut.
"Sebab, jika diperdebatkan menjadi menu politik yang tidak baik. Kita karena ingin khusnul khotimah, kita berbaik sangka," ujarnya.
Namun, berhubung ungkapan doa yang menyinggung Presiden sudah beberapa kali terjadi, PDIP mengusulkan agar tahun depan, pembaca doa dipilih dari Kementerian Agama. Hendrawan menyebut sebenarnya sebelum Tifatul, tahun lalu, doa yang disampaikan juga menyinggung Presiden.
Saat itu, doa dalam sidang tahunan DPR/MPR dibacakan oleh anggota Fraksi Gerindra Muhammad Syafi'i. Dalam doanya, ia berdoa agar Indonesia dijauhkan dari pemimpin yang seringkali memberikan janji palsu.
"Itu sebabnya muncul ide, soal doa ini dibacakan Kementerian Agama saja.Teman-teman ide ini sudah muncul lama," jelasnya.
Hendrawan mengatakan penting untuk memastikan bahwa doa yang dibacakan dalam sidang tahunan tahun depan bukan dibacakan oleh pihak yang memiliki kepentingan politik.
"Yang berdoa bukan orang yang punya kepentingan politik. Tapi semua doa baik adanya," tandasnya.
