PDIP Senggol Jokowi: Presiden Aktif Kampanye untuk Anak, Pertama di Dunia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (6/11/2023).  Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (6/11/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun mempertanyakan maksud pernyataan Presiden Jokowi soal presiden boleh kampanye dan memihak dalam Pemilu. Komarudin mengingatkan ada etika berbangsa yang harus dijalankan Jokowi sebagai kepala negara.

"Ya dalam konteks apa dulu, Presiden sebagai capres atau Presiden itu sendiri ada dalam parpol yang mencalonkan capres-cawapres. Kan Pak Jokowi sekarang dalam posisi sebagai apa," kata Komarudin kepada wartawan, Rabu (24/1).

"Sebagai Presiden yang selama ini dikhawatirkan dan diminta oleh rakyat itu adalah untuk menghindari terjadinya KKN," tambahnya.

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan Pesawat ke-4 C-130J-30 tail number A-1344, Helikopter AS550 Fennec dan AS565 MBe Panther di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Komarudin menuturkan seharusnya Jokowi lebih bisa menjaga posisi sebagai kepala negara bagi seluruh rakyat. Menurutnya, jika benar Jokowi turun berkampanye untuk anaknya Gibran Rakabuming Raka akan menjadi sejarah baru di dunia.

"Kan anaknya dicalonkan jadi Wapres. Jadi, kalau bapaknya Presiden aktif, mengkampanyekan anaknya menjadi presiden, itu baru pertama kali terjadi di dunia. Itu yang harus dihindari, ini soal etik moral berbangsa itu.

--Komaruddin Watubun

Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (kiri), cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (tengah), dan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD (kanan) bergandengan tangan usai mengikuti debat cawarpres di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/12) Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Ia menambahkan saat ini banyak tokoh senior bangsa yang terus konsisten menjaga prinsip bernegara. Komarudin pun berharap Jokowi melakukan hal serupa.

"Itu sampai senior-senior orang-orang, tokoh-tokoh nasional yang sudah tua-tua ini semua yang memperjuangkan, ini kan prinsip bernegara. Pak Jokowi sendiri waktu pidato ke depan MPR, waktu pelantikan, saya masih ingat kata-kata dia, dia hanya tunduk kepada konstitusi dan kehendak rakyat," tutur anggota Komisi II DPR itu.

"Kalau tindakan seperti begitu, apa tidak bertentangan dengan konstitusi dan kehendak rakyat," tandas dia.