PDIP: Sepertinya Pilkada Ini Hanya Jadi Konsensus Elite
ยทwaktu baca 4 menit

Pilkada 2024 tengah bergulir, sejumlah nama tokoh mulai diusung di sejumlah daerah. Namun, PDIP khawatir dengan kondisi Pilkada tak beda jauh dengan Pilpres 2024.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai, banyak tokoh yang berasal dari orang biasa tapi punya kemampuan teknokratis untuk memimpin daerah. Sayangnya, sosok semacam ini tak begitu dilirik partai politik.
"Maka mereka harus diberikan ruang sehingga pilkada bukan menjadi konsensus elite yang kemudian melakukan pengaturan-pengaturan dan kemudian membawa jarak dengan rakyatnya. Maka Pilkada harus menjadi gerakan bagaimana kesetaraan hak yang sama untuk menjadi pemimpin itu dapat ditumbuh-kembangkan," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP yang berada di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).
Ini sebagai kritik bagaimana sepertinya Pilkada ini hanya menjadi konsensus dari elite.
--Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto kemudian menyinggung soal struktur DPP PDIP yang baru saja diperpanjang masa tugasnya hingga 2025. Dia menilai, partai sebagai tempat belajar dan mengembangkan diri menjadi seorang yang profesional dan paham betul bagaimana mengelola negara dari berbagai bidang.
"Karena yang ingin kita bangun dengan pilkada itu adalah prinsip-prinsip kesetaraan dari setiap anak bangsa untuk dapat didorong melalui proses yang demokratis," tutur dia.
"Menjadi pemimpin secara ideal meskipun mereka berasal dari kalangan rakyat biasa, tetapi memiliki kemampuan profesional, memiliki komitmen ideologis, memiliki kemampuan teknokratik untuk membawa perubahan Indonesia," tambah Hasto.
Hasto menilai seharusnya, partai bukan sekadar melakukan pengaturan-pengaturan demi, melainkan memberikan ruang kepada kadernya untuk berproses.
"Maka PDI Perjuangan membuka ruang dari kalangan rakyat biasa untuk dapat berproses melalui sekolah partai dan akhirnya dipersiapkan menjadi pemimpin," tambahnya.
Hasto pun kemudian lanjut menyebutkan sosok yang mengisi struktur DPP yang baru. Dimulai dari Adian Napitupulu di Bidang kominfo, lalu Ronny Talapessy di bidang hukum, Ganjar Pranowo di bidang pemerintahan dan otonomi daerah, dan Basuki Tjahaja Purnama di bidang perekonomian.
"Ada Pak Deddy Sitorus Ketua DPP bidang pemenangan pemilu eksekutif. Ada Rano Karno di bidang kebudayaan, sehingga politik nanti akan mencerminkan suatu estetika dalam kebudayaan itu. Kemudian juga Ibu Esti Wijayanti dan tokoh-tokoh seperti Ibu Bintang menjadi ketua dpp bidang perempuan dan juga beberapa teman-teman lainnya," sebut Hasto.
Selain mereka ada nama seperti Andi Widjajanto sebagai kepala badan riset dan analisis kebijakan. Lalu Letjen TNI Purn. Ganip Kepala Baguna, Bonnie Triana sebagai ketua badan sejarah indonesia, dan Hendra di badan saksi pemilu nasional.
"Itu keterangan yang dapat kami sampaikan dan inilah PDI Perjuangan sebagai partai rakyat, partai yang menghadapi tantangan-tantangan sebagai energi untuk terus bergerak, menatap masa depan dengan menggalang rakyat itu," tutupnya.
Sejauh ini, nama tokoh yang muncul dan digadang-gadang maju di Pilgub sejumlah daerah. Nama yang muncul juga tokoh yang selama ini sudah wara wiri di dunia politik.
Pilgub Sumut ada nama Wali Kota Medan sekaligus menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, serta eks Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
Di Banten, ada eks Wali Kota Tangsel yang juga kader Golkar, Airin Rachmi Diany, dan Ketua DPRD Banten Andra yang juga kader Gerindra.
Jakarta masih cukup sengit. Petahana yang juga eks capres, Anies Baswedan disebut-sebut masih paling kuat. Penantangnya belum sepenuhnya muncul. Sempat ada nama Ridwan Kamil, tapi Partai Golkar masih mempertimbangkan untuk diajukan ke Jabar.
Sementara, nama wakilnya sudah banyak berseliweran. Misalnya, Kaesang Pangarep, Andika Perkasa, Sohibul Iman, hingga Ahok.
Konstelasi di Jawa Barat tak kalah "misterius". Eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil masih jadi terkuat. Selain itu, ada Dedi Mulyadi dari Gerindra dan Ilham Habibie yang diusung NasDem.
Nama-nama tak terduga juga muncul di Pilgub Jateng. Ada Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, eks Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, Ketum PSI Kaesang Pangarep, Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono, hingga Bupati Kendal Dico Ganinduto.
Di Jatim, tak banyak pergerakan. Pasangan Khofifah-Emil Dardak digadang-gadang akan kembali maju satu paket. Sementara, ada nama Tri Rismaharini dan KH Marzuki Mustamar yang disebut siap menantang petahana.
Semuanya belum pada tatanan keputusan final dari partai politik.
