PDIP soal Jokowi Minta Maaf di Sidang Tahunan: yang Penting Tanggung Jawab

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat saat dijumpai di DPR RI di sela sidang tahunan MPR dan DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat saat dijumpai di DPR RI di sela sidang tahunan MPR dan DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Presiden Jokowi menyampaikan permintaan maaf dalam sidang tahunan MPR/DPR tahun 2024 pada Jumat (16/8).

Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat menilai permintaan maaf itu sebagai hal yang wajar.

"Saya pernah menjadi wali kota, wakil gubernur, permintaan maaf bagi penyelenggara eksekutif adalah hal wajar, dan hal normal," kata Djarot di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Baginya, yang disampaikan Jokowi bukan suatu hal baru bagi seorang pemimpin di akhir masa jabatannya.

Ia menekankan program hingga kebijakan yang telah dilakukan Presiden harus bisa dipertanggungjawabkan.

"Yang lebih penting lagi kebijakan-kebijakan yang telah dibuat itu harus dipertanggungjawabkan, sehingga rakyat yang bisa menilai, itu satu hal yang wajar, yang normal, itu etika pemerintahan seperti itu," ucap Djarot.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan saat sidang tahunan DPR dan MPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Jokowi minta maaf

Jokowi menyampaikan permohonan maaf dari dalam lubuk hatinya. Ia meminta masyarakat membuka pintu maaf jika pemerintahannya bersama Wapres Ma'ruf Amin selama 5 tahun terakhir belum maksimal.

"Oleh sebab itu, di penghujung masa jabatan ini, izinkan saya menyampaikan suara nurani terdalam kepada Bapak, Ibu, Saudara-Saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, kepada seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali satu pun," kata Jokowi.

"Saya dan Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin mohon maaf. Mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud, untuk setiap cita-cita yang mungkin belum bisa tergapai. Sekali lagi, kami mohon maaf," tambah dia.