PDIP Soal Kebersamaan Prabowo-Megawati: Wujud Kenegarawanan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Senin (2/6/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Senin (2/6/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menilai kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai bentuk kenegarawanan dua tokoh bangsa.

“Hemat saya itu wujud kenegarawanan beliau berdua. Kita semua tahu Ibu Mega dan Pak Prabowo bersahabat sejak lama. Hubungan beliau berdua terajut dengan baik sejak lama, baik dalam konteks politik, apalagi dalam urusan strategis, menyangkut ideologi negara Pancasila,” kata Said dalam keterangannya, Senin (2/6).

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Senin (2/6/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Ketua Badan Anggaran DPR RI itu juga menyinggung momen silaturahmi Presiden Prabowo ke kediaman Megawati di Menteng pada 9 April lalu, yang ia nilai sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh bangsa.

“Kita patut junjung tinggi jiwa penghormatan yang diberikan oleh Presiden Prabowo kepada tokoh-tokoh bangsa. Sebelumnya beliau juga berkunjung ke kediaman para pemimpin negara. Saya kira ini modal penting bagi pemerintah ke depan untuk membangun stabilitas politik dan melaksanakan pembangunan,” katanya.

Ia juga menyinggung pidato Presiden Prabowo dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang menyebut nama Megawati lebih awal dibanding tokoh lainnya. Menurutnya ini merupakan pertanda bahwa hubungan keduanya begitu erat.

“Sangat terlihat Presiden Prabowo memberi tempat terhormat kepada Ibu Mega, baik selaku Presiden Kelima, maupun sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP. Saya kira ini melampaui hubungan urusan pragmatis politik,” tutur Said.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Senin (2/6/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Lebih jauh, Said memandang relasi Prabowo-Megawati sebagai kelanjutan dari tradisi para pemimpin bangsa terdahulu yang meski berbeda pandangan politik tetap menjunjung tinggi nilai silaturahmi. Ia mencontohkan hubungan antara Buya Hamka dan Presiden Soekarno.

“Dahulu banyak tokoh-tokoh politik bangsa yang berbeda haluan politik, berbeda dalam menempuh jalan kebijakan, namun mereka semua bisa berhubungan baik, menjaga silaturahmi, bahkan saling tunjuk untuk menjadi imam salat berjemaah bersama. Kita juga teringat bagaimana Buya Hamka menjadi imam salat jenazah Presiden Soekarno, padahal hubungan mereka berdua cukup keras dalam soal politik,” kata Said.

Menurut Said, kebersamaan Megawati dan Prabowo mencerminkan hubungan yang lebih dalam dari sekadar politik.

“Sebagai tokoh yang sama-sama nasionalistis, Ibu Mega dan Presiden Prabowo tentu tersambung secara batiniah, terutama atas panggilan sejarah, dan kebutuhan masa depan Indonesia,” kata dia.

“Hal-hal seperti ini hanya bisa dimaknai dan dipahami oleh mereka yang memang sudah zuhud dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga cara pandang kita tidak semata politik lahiriah yang cenderung naik turun, dinamis,” pungkas Said.