PDIP soal PAN Ikut Pertemuan Koalisi di Istana: Energi Positif bagi Pemerintah
·waktu baca 2 menit

Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai politik yang diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara. Padahal, PAN bukanlah bagian dari parpol koalisi pemerintah maupun Kabinet Indonesia Maju.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan PAN ikut dalam pertemuan tersebut. Dia menyebut seluruh parpol sepakat akan bergotong royong membantu pemerintahan Jokowi menangani pandemi COVID-19.
“Pertemuan kali ini selain dihadiri Ketum dan Sekjen dari PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, juga dihadiri PAN. Semangat bergotong royong dan memberikan energi positif bagi pemerintah untuk menangani pandemi sangat terasa," kata Hasto, Rabu (25/8).
"Seluruh ketum parpol yang hadir merasakan pentingnya gotong royong seluruh komponen bangsa. Dan apa yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi di dalam mengatasi pandemi sudah pada track yang benar," lanjut dia.
Hasto menyebut kehadiran Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Sekjen Eddy Soeparno semakin membuktikan pentingnya gotong royong antarparpol di masa pandemi COVID-19. Bahkan, kehadiran PAN kali ini turut memberikan energi positif bagi konsolidasi koalisi Jokowi.
"Beliau [Zulhas dan Eddy] memberikan energi positif bagi konsolidasi pemerintahan Presiden Jokowi dan KH Ma’ruf Amin yang sangat penting di tengah Pandemi."
- Hasto
"Dari dialog antarketum parpol dengan Presiden Jokowi, selain memperkuat optimisme, juga merupakan tradisi baik dalam demokrasi Pancasila," jelasnya.
Hasto menambahkan, dari pemaparan yang disampaikan Jokowi dalam pertemuan Selasa sore tadi, dapat disimpulkan kerja sama yang baik oleh lembaga tinggi negara diharapkan mampu membangun optimisme berbagai capaian penanganan pandemi COVID-19.
Mulai dari vaksinasi, penambahan kapasitas rumah sakit, program realokasi anggaran, hingga daya dorong untuk menjaga pertumbuhan perekonomian nasional.
“Seluruh ketum parpol yang hadir, dengan membandingkan apa yang terjadi di Indonesia dengan negara-negara besar lain seperti Amerika Serikat, India, Jerman, Brasil dan lain-lain, serta melihat kesungguhan pemerintah di dalam menangani pandemi, terus memberikan dukungan bagi kebijakan Presiden Jokowi," tutur Hasto.
"Termasuk di dalam mendorong pergerakan pertumbuhan perekonomian nasional. Bagaimana pun, meski pandemi masih sulit diprediksi kapan berakhir, keseimbangan antara penerapan PPKM di beberapa wilayah dengan pertumbuhan perekonomian terus dilakukan. Terutama memastikan bagaimana negara hadir dengan mendorong perekonomian rakyat," tandasnya.
