PDIP soal Pelajar Papua Demo Tolak MBG: Mereka Butuh Tempat Belajar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun di Rapat Kerja Daerah khusus PDIP Sulsel, Jumat (27/9/2024). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun di Rapat Kerja Daerah khusus PDIP Sulsel, Jumat (27/9/2024). Foto: Dok. Istimewa

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun buka suara terkait demo penolakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan sejumlah pelajar di Papua.

Menurutnya yang dibutuhkan anak-anak di Papua adalah tempat belajar karena orang tua masih bisa memberikan anaknya makanan.

“Nah oleh karena itu, tuntutan anak-anak itu harus dipahami. Karena mereka butuh tempat belajar yang presentatif. Makan minum mereka, orang tua bisa kasih makan,” kata Komarudin kepada wartawan di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).

Anak-anak sekolah dasar di Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, Jumat (16/11/2018). Foto: Dok. Biro Pers Setpers

Apalagi anak-anak Papua ini, kata Komarudin, ada yang menempuh pendidikan hingga Universitas Harvard. Ada juga yang orang tuanya petani, sehingga kebutuhan gizi mereka tercukupi.

“Anak-anak Papua banyak sekolah di Harvard, ada kuliah sampai Harvard, Cambridge. Ada anak petani. Berarti kan tidak kekurangan gizi juga kan? Mereka butuh, mereka menuntut sekarang ruang kelas yang bagus,” ungkap dia.

Selain itu, dia menilai tindakan yang dilakukan aparat sudah melampaui batas. Sebab masih ada pendekatan lain yang dapat digunakan. Apalagi, kata Komarudin, kita menginginkan program MBG ini diterima oleh semua masyarakat.

“Karena memang dikasih perut kenyang, baru belajar di bawah pohon kan susah juga. Jadi sebenarnya aparat tidak perlu menangani itu secara represif, cukup pendekatan yang baik supaya program Pak Prabowo ini bisa diterima oleh rakyat dengan baik,” pungkasnya.

Aksi protes pelajar menolak Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Wamena, Senin (17/2/2025). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, demo menolak Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan sejumlah pelajar di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (17/2).

Dalam orasinya, pendemo meneriakkan penolakan MBG. "Kami tidak butuh makan siang gratis, kami butuh pendidikan gratis," katanya.

Para pendemo kemudian melakukan pelemparan terhadap aparat karena diadang. Sementara para aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pelajar.