PDIP soal Puan-Pacul Makan Bakso: Mungkin Sindiran, Presiden Jangan Jadi Timses
·waktu baca 2 menit

Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani makan bakso bareng pentolan PDIP sekaligus Ketua Komisi III DPR RI Bambang 'Pacul' Wuryanto di Jawa Tengah, Selasa (30/1).
Politikus PDIP, Ari Bima, bicara soal makna di balik momen makan bakso Puan dan Bambang Pacul.
"Kalau saya sukanya gado-gado," kelakarnya di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (31/1).
"Ya pejabat ini makan bakso boleh, makan mi boleh, makan apa saja boleh yang penting pejabat ini jangan saling makan memakan itu aja, apalagi makan rakyat," imbuh dia.
Kata Aria, bisa saja momen makan bakso Puan dan Pacul itu sebagai bentuk sindiran terhadap Presiden Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi melakukan makan bakso bersama Menhan sekaligus capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di warung Bakso dan Mie Ayam Bandongan Pak Sholeh, Magelang, Jawa Tengah pada Senin (29/1). Momen ini pun disorot.
"Iya, itu sebagai dinamika orkestrasi untuk saling mencerdaskan publik, saling menangkap semiotika dan hermeneutika, tanda dan makna. Masing-masing pejabat sekarang ini banyak yang bisa diintreperstasikan," katanya.
Dia mengatakan, jangan sampai seorang presiden jadi tim sukses Menteri Pertahanan.
Mungkin juga sindiran bahwa ini loh, jangan sampai presiden ini menjadi timsesnya Menhan itu loh. Ya kan, saya kira itulah ya, jangan sampai," tandas dia.
