PDIP soal Safari Politik Jokowi: Baiknya Sambil Bawa Ijazah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira Foto: Rosa Panggabean/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira Foto: Rosa Panggabean/Antara

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira, menanggapi santai rencana Presiden ke-7 Joko Widodo yang akan melakukan safari politik ke sejumlah daerah di Indonesia.

Andreas bahkan menyinggung polemik ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Menurut dia, Jokowi sebaiknya turut membawa ijazahnya saat melakukan safari politik ke sejumlah daerah.

“Makanya, baiknya Jokowi turun ke masyarakat sambil bawa ijazahnya. Karena sampai sekarang kasus ijazah ini menyita waktu dan perhatian masyarakat, tapi tidak jelas penyelesaiannya,” kata Andreas saat dihubungi kumparan, Jumat (29/5).

Menurutnya, masyarakat bahkan sampai saat ini ikut mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.

“Masyarakat ikut bertanya, apakah ijazah Jokowi asli atau palsu?” tuturnya.

Tak Akan Berpengaruh

Hal yang sama juga disampaikan Juru bicara PDIP Mohamad Guntur Romli yang menilai agenda tersebut tidak akan berdampak terhadap elektabilitas maupun kekuatan politik PDIP.

Menurut dia, Jokowi sudah tidak lagi memiliki pengaruh terhadap PDIP setelah dipecat dari partai tersebut.

“Sebenarnya saya tidak etis mengomentari partai lain, tapi kalau ditanya apa Jokowi jalan-jalan itu akan pengaruh terhadap PDI Perjuangan, saya bisa jawab saya sangat yakin tidak ada pengaruh sama sekali,” kata Guntur.

“Jokowi itu sudah dipecat dari PDI Perjuangan secara tidak terhormat. Termasuk Gibran dan Bobby. Masyarakat sudah tahu. Alasannya juga karena pelanggaran terhadap konstitusi dan pengkhianatan pada perjuangan partai,” lanjutnya.

Guntur juga menyinggung kemampuan politik Jokowi saat masih menjabat sebagai Presiden. Ia menilai Jokowi bahkan tidak mampu meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke parlemen ketika masih memiliki kekuasaan penuh sebagai kepala negara.

“Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke Parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa,” tutur Guntur.

“Paling dia keliling Indonesia cuma bagi-bagi sembako dan amplop saja. Buat konten di medsos dia saja itu,” tambah dia.

presiden ke-7 Joko Widodo memberikan sambutan pada acara pemilihan raya PSI di Gedung Graha Saba Buana, Kota Surakarta, Sabtu (19/7/2025). Foto: Dok. PSI

Selain itu, Guntur mengaku PDIP tidak khawatir dengan agenda kunjungan Jokowi ke berbagai daerah di Indonesia.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Jokowi jalan-jalan ke seluruh pelosok Indonesia. Kita bisa menyaksikan drama sinetron sen kiri belok kanan ala Jokowi,” pungkasnya.

Jokowi Keliling Indonesia

Sebelumnya, Jokowi berencana akan keliling Indonesia sekaligus mengunjungi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sejumlah daerah pada Juni mendatang. Agenda itu akan dimulai dari tiga provinsi, yakni Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.

Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengatakan Jokowi akan memenuhi sejumlah undangan masyarakat dan tokoh daerah dalam rangkaian kunjungannya tersebut.

“Ya, sepertinya sudah cukup jelas disampaikan ya, dari Pak Jokowi sudah menyatakan beliau pertama, beliau sudah sehat. Terkonfirmasi dari berita yang ada juga di media ya, secara langsung beliau menyatakan doorstop 'saya sudah sehat' dan akan memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, tokoh-tokoh di daerah,” kata Bestari, Kamis (28/5).

Dalam agenda tersebut, kata dia, Jokowi juga akan menyempatkan diri mengunjungi struktur PSI di daerah.

“Dan tentu juga akan menyempatkan berkunjung ke DPD-DPD PSI, gitu. Dan akan dimulai sudah disebutkan juga tiga provinsi pertama yaitu Lampung, NTT, dan Jawa Barat begitu,” katanya.