PDIP Tak Sanksi Budiman Bertemu Prabowo: Hanya Warning, Tunduk Dukung Ganjar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjabat tangan dengan politisi Budiman Sudjatmiko usai berkunjung ke Kediaman Prabowo di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjabat tangan dengan politisi Budiman Sudjatmiko usai berkunjung ke Kediaman Prabowo di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua Dewan Kehormatan PDIP Komarudin Watubun sudah meminta klarifikasi Budiman Sudjatmiko terkait pertemuannya dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Komarudin sudah mengingatkan Budiman untuk tunduk kepada keputusan Ketum Megawati Soekarnoputri yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres.

"Tidak ada (sanksi ke Budiman) hanya memberi warning untuk kembali ke garis organisasi," kata Komarudin di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Dia pun menegaskan pertemuan Budiman dengan Prabowo bukan bentuk dukungan di Pilpres 2024.

"Tadi saya panggil beliau, beliau menjelaskan niatnya bukan untuk mendukung Pak Prabowo," tutur anggota komisi II DPR itu.

Dia menyebut aktivis 98 itu, hanya ingin adanya konsolidasi antara Prabowo dan Ganjar di 2024. Apalagi, keduanya dari generasi yang berbeda.

"Sebenarnya dia ingin supaya ada konsolidasi calon yang dianggap sebagai calon orde baru dan calon reformasi, katakanlah begitu, Pak Ganjar sebagai generasi reformasi dan Pak Prabowo sebagai generasi Orba, kan gitu kira-kira bagaimana konsolidasi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," tuturnya.

Politisi Budiman Sudjatmiko usai berkunjung ke Kediaman Prabowo di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Namun, ia menegaskan seluruh anggota partai harus solid dan tetap bersama memenangkan Ganjar sebagai presiden 2024.

"Tadi saya tegaskan, tapi kewajiban saya sebagai Ketua Bidang Kehormatan harus memastikan semua gerak langkah kader PDIP baik pengurus maupun anggota partai. Hanya satu, naikkan Ganjar Pranowo karena itu keputusan," tutupnya.

Sebelumnya, Budiman mengatakan dukungannya kepada Prabowo bersifat pribadi. Dia berpandangan Prabowo mampu menakhodai 'kapal besar' seperti Indonesia.

"Saya ingin mengatakan bahwa ini tidak mewakili partai, ini pribadi. Kebetulan sebelum saya masuk ke PDIP, saya kan punya story dan punya history juga," kata Budiman usai menyambangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (18/7).

Aktivis 98 itu juga mengungkapkan, hubungan dengan Prabowo memiliki cerita yang panjang. Atas dukungan pribadi ini, ia yang merupakan kader PDIP juga akan melapor ke Puan Maharani dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Sebelum Pak Prabowo jadi Ketum Gerindra dan sebelum bacapres, kita sudah punya story lama, kami membicarakan itu. Soal nanti tentu saja, saya akan bicara dengan Mba Puan, Pak Hasto," tambah dia.