PDIP Tantang Duet RK-Suswono yang Diusung 12 Parpol: Berani Lawan Kotak Kosong?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers DPP PDIP terkait isu terkini terkait reshuffle kabinet dan Pilkada Jakarta, di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers DPP PDIP terkait isu terkini terkait reshuffle kabinet dan Pilkada Jakarta, di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Setelah melalui serangkaian proses yang panjang, Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus akhirnya mendeklarasikan duet Ridwan Kamil (RK) dan Suswono untuk maju di Pilgub Jakarta 2024.

Duet itu didukung oleh 12 partai politik, yakni Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PSI, PKB, PKS, NasDem, PPP, Gelora, Perindo, dan PBB.

Tak tanggung-tanggung, pasangan itu mendapatkan dukungan total 91 kursi DPRD Jakarta.

Akibatnya, PDIP dipastikan tak bisa berkoalisi dan ikut dalam Pilgub Jakarta 2024 nanti. Di Jakarta, partai berlambang banteng itu hanya mengantongi 15 kursi DPRD. Sementara, untuk bisa mengusung calon di Jakarta, dibutuhkan minimal 22 kursi DPRD. Dengan kondisi itu, PDIP kekurangan 7 kursi untuk berkontestasi di Pilgub Jakarta.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat pun menantang duet RK-Suswono melawan kotak kosong di Pilgub Jakarta 2024.

"Kalau begitu [PDIP tak ikut Pilgub Jakarta], kami tantang apakah berani pasangan yang deklarasi dengan memborong semua partai itu melawan kotak kosong? Ya, melawan kotak kosong. Mari kita lihat," ujar Djarot kepada wartawan di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (19/8).

Mantan Gubernur Jakarta itu juga menyinggung potensi RK-Suswono menghadapi calon independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana.

Calon independen itu juga sempat menuai kontroversi lantaran adanya pencatutan KTP warga Jakarta untuk memberikan dukungan kepadanya.

"Ini masukan suara dari warga yang merasa atau membuktikan KTP-nya dibegal. KTP-nya dicatut ini sudah pelanggaran sungguh-sungguh menurut saya. Jadi kami tantang itu," imbuh dia.

Ia juga menekankan bahwa partainya akan melawan pihak mana pun yang berusaha merusak demokrasi di Jakarta.

"PDI Perjuangan akan melawan siapa pun juga yang merusak atau yang bikin demokrasi enggak sehat di kota Daerah Khusus Jakarta, di mana ini Jakarta menjadi magnet, menjadi percontohan perpolitikan di Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut, Djarot juga menegaskan bahwa partainya akan selalu berjuang bersama rakyat dalam kontestasi Pilkada Jakarta nanti.

"Jadi kami akan posisi itu dan kami akan selalu bersama dengan rakyat, yang mana rakyat menginginkan ada pilihan-pilihan yang sehat di dalam pertarungan kontestasi kepala daerah, utamanya di Jakarta," ujar dia.