PDIP Tegaskan Tak Larang Ganjar Keluar Kota: Ada Surat Tugas Agar Mandat Jelas

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali menjelaskan terkait isu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dilarang ke luar kota oleh partai. Hasto menegaskan, PDIP tidak pernah mengeluarkan larangan berpergian terhadap kadernya.
Menurut Hasto, seluruh kader yang ingin beraktivitas membawa nama partai harus membawa surat tugas dari DPP PDIP sehingga jelas mandatnya.
"Kami menugaskan seluruh kepala daerah PDI Perjuangan untuk mengejar prestasi setinggi-tingginya pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Ini yang dilakukan dan ini bukan hanya pada Pak Ganjar. Ketika Bu Risma di Surabaya, kami dorong Bu Risma untuk membangun prestasi setinggi-tingginya bagi Kota Surabaya. Karena yuridiksinya seperti itu," kata Hasto di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta, Jumat (22/7).
Hasto mengatakan, PDIP selalu menugaskan kadernya yang menjadi kepala daerah untuk bergerak ke bawah membangun wilayahnya. Ia pun mencontohkan Azwar Anas yang pernah ditugaskan sebagai Bupati Banyuwangi.
"Itu semua melalui mekanisme surat tugas dan itu sejak PDIP berdiri itu seperti itu mekanismenya. Jadi enggak ada yang perlu dipertentangkan," tegasnya.
Hasto kembali menegaskan tak pernah melarang Ganjar ke luar kota dan surat tugas berlaku untuk semua kader. Menurutnya, banyak pihak yang salah paham ketika PDIP mengungkapkan setiap kader harus membawa tugas jika berpergian ke luar daerah.
"Itu suatu mekanisme yang build in yang selama ini berlaku di partai. Sebagai contoh, saya datang ke sini juga membawa surat tugas. Pak Ganjar berkali-kali ditugaskan ke daerah pada saat kampanye pilkada juga mengemban surat tugas. Kemudian juga Bu Risma dan yang lain," jelasnya.
"Jadi harus dibedakan, ya. Partai ini, kan, punya decide. Partai ini memiliki orkestrasi dari seluruh pergerakan kader partai," lanjutnya.
Hasto menjelaskan, surat tugas bukanlah izin untuk melakukan sesuatu. Melainkan bagian dari orkestrasi manajemen kepartaian.
"Jadi surat tugas bukanlah izin. Itu bagian dari orkestrasi manajemen kepartaian dalam membumikan ideologi Pancasila dan mendorong pergerakan kader partai dengan semangat gotong royong itu," pungkasnya.
