Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.93.2
Pecah Rekor, 12.735 Pengunjung Museum Nasional dalam Sehari saat Libur Nataru
30 Desember 2024 5:02 WIB
·
waktu baca 2 menitADVERTISEMENT
Museum Nasional Indonesia di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, mendapat rekor kunjungan terbanyak hampir 13.000 dalam sehari pada libur Natal dan Tahun Baru 2025. Masyarakat bahkan rela antre melihat koleksi warisan budaya dan artefak Nusantara.
ADVERTISEMENT
Salah satu hal yang paling menarik minat para pengunjung adalah Pameran bertajuk “Indonesia, The Oldest Civilization on Earth? 130 Years After Pithecanthropus erectus” yang digelar sejak 20 Desember-April 2025. Tercatat 12.735 pengunjung hadir.
Pameran ini memperingati 130 tahun penemuan Pithecanthropus erectus, atau Manusia Jawa, oleh Eugène Dubois di tepian Bengawan Solo pada tahun 1894 ini.
"Rekor pengunjung Museum Nasional hari ini (28 Desember) mencapai 12.735 orang menunjukkan tingginya minat masyarakat mempelajari sejarah dan memahami asal-usul manusia. Penemuan-penemuan ini membuka mata dunia bahwa Indonesia memegang peranan penting dalam sejarah evolusi manusia dan kita patut bangga karena di negeri inilah peradaban di dunia dimulai. Indonesia adalah peradaban tertua di dunia," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangannya.
Pameran ini menghadirkan berbagai fosil dan artefak bernilai sejarah tinggi, termasuk masterpiece tengkorak Homo erectus S-17, tengkorak paling lengkap di dunia yang untuk pertama kalinya dipamerkan kepada publik.
ADVERTISEMENT
Temuan lainnya seperti fosil fauna purba Mastodon dan Stegodon juga memperkaya narasi ekosistem awal Nusantara, yang menggambarkan lingkungan dinamis di mana berbagai spesies hidup berdampingan, menciptakan salah satu habitat paling kompleks dalam sejarah bumi.
Selain koleksi fosil, Museum Nasional juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung, seperti sesi diskusi bersama arkeolog, tur berpemandu, dan aktivitas interaktif untuk anak-anak.
Melalui berbagai edukasi dan literasi ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap museum dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih menghargai dan menjaga warisan budaya yang telah ada.
“Sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, Kementerian Kebudayaan mengundang masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai pengalaman yang tidak hanya menghibur tapi juga memperkaya wawasan sejarah dan menumbuhkan kebanggaan terhadap peradaban bangsa.” ungkap Fadli.
"Warisan budaya seperti koleksi manusia purba ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga pelajaran untuk masa depan. Kami ingin pengunjung tak hanya melihat koleksi ini, tetapi juga memahami pentingnya peran Nusantara dalam sejarah evolusi manusia," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Dengan koleksi yang mencakup berbagai benda bersejarah, arkeologi, dan budaya, Fadli Zon berharap agar museum menjadi ruang yang dapat mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas generasi muda dalam mempelajari sejarah sehingga dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.