Pedagang Melon di Pasar Gede Solo Rasakan Peningkatan Ekonomi Sejak Ada MBG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjual menata melon di lapak dagangannya di Pasar Gede Hardjonagoro Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026). Foto: Dok. Bakom RI
zoom-in-whitePerbesar
Penjual menata melon di lapak dagangannya di Pasar Gede Hardjonagoro Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026). Foto: Dok. Bakom RI

Penjual buah-buahan di Pasar Gede Hardjonagoro Solo, Jawa Tengah, merasakan peningkatan ekonomi sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai. Sugeng (44), yang sudah berjualan buah di Pasar Gede selama 24 tahun, menuturkan salah satu buah yang paling laris dibeli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk MBG adalah melon.

“MBG ambilnya di sini banyak. (Buah yang paling banyak dibeli) melon,” ujar Sugeng saat diwawancara dikutip Senin (6/4).

Sugeng, salah satu penjual melon di Pasar Gede Hardjonagoro Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026). Foto: Dok. Bakom RI

Sugeng mengatakan buah-buah yang dijualnya diambil langsung dari para petani di berbagai daerah seperti dari Jombang, Boyolali, dan Madiun. Ia pun bercerita dalam satu hari, buah melon yang terjual dari lapaknya mencapai 2 hingga 4 ton. Menurutnya, sejak ada MBG ada peningkatan secara ekonomi karena harga buah membaik.

“Ada peningkatan. Harga mulai bagus,” katanya.

Sejumlah melon tersaji di lapak penjual buah melon di Pasar Gede Hardjonagoro Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026). Foto: Dok. Bakom RI

Ia pun mengaku senang dengan program MBG dan berharap bisa terus berlanjut. Sugeng menilai program MBG tak hanya bermanfaat untuk para penerimanya, tapi juga bermanfaat bagi petani buah.

“Enaknya dilanjut. Mungkin petani hidupnya agak meningkat karena harganya juga bagus. Ada peningkatan,” ucap Sugeng.

“Makasih Pak Prabowo. Kalau sudah ada MBG petani juga ikut senang, penjual ikut senang, semua ikut senang,” tutupnya.

Sejumlah melon tersaji di lapak penjual buah melon di Pasar Gede Hardjonagoro Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026). Foto: Dok. Bakom RI