Pedestrian Deck Dukuh Atas Rampung 2028: Hemat Listrik-Hidup dari 'Iklan'

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desain Bundar Pedestrian Deck Dukuh Atas Desain sisi barat. Foto: Dok. MRT
zoom-in-whitePerbesar
Desain Bundar Pedestrian Deck Dukuh Atas Desain sisi barat. Foto: Dok. MRT

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas selesai pada akhir tahun 2028. Nantinya deck tersebut akan mengintegrasikan 6 moda transportasi publik yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Transjakarta, KRL Commuter Line, dan KA Bandara.

Pedestrian Deck Dukuh Atas jadi proyek integrasi antar moda terbesar di Jakarta, bahkan Indonesia.

TOD Planning Department Head MRT Jakarta Sagita Devi memastikan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak akan menggunakan APBD Jakarta.

“Pendanaannya sendiri akan by MRT, jadi tidak menggunakan pembiayaan APBD ya. Sebagian akan menggunakan dana MRT, sebagian rencananya akan menggunakan loan,” katanya.

Terkait jumlah investasi yang digelontorkan perusahaan ke proyek besar ini, Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, menyebut angka Rp 300 miliar.

“Ini lagi tender ya, tapi kita udah umumkan kemarin roughly 300-an ya, Rp 300-an miliar,” jelas Agus.

Selain itu, Agus memaparkan keberlangsungan atau sustainability Pedestrian Deck Dukuh Atas. Menurutnya, deck tersebut nantinya bakal “hidup” dari pemasukan biaya iklan.

Pihaknya tidak berencana menempatkan banyak retail karena return yang tidak menjanjikan.

“Kemarin kita sudah diskusikan juga dengan konsultan, dan kajian dari mereka retail ini sebenarnya dibuat untuk area aktivasi aja. Kita nggak akan bikin restoran, nggak akan bikin area yang orang duduk nongkrong gitu. Tapi lebih ke arah pushcart atau hanya vending machine,” kata Agus.

TOD Planning Department Head MRT Jakarta, Sagita Devi, pada acara penjelasan terkait filosofi Desain Bundar Pedestrian Deck Dukuh Atas di Jakarta, Jumat (31/7). Foto: Sifa Maulida/kumparan

Hemat Listrik dan Ramah Disabilitas

Sebagai lokasi yang akan sepenuhnya digunakan pejalan kaki, Pedestrian Deck Dukuh Atas akan dibuat ramah lingkungan dengan banyak ventilasi udara natural atau area tertutup kaca.

“Untuk mencoba mengurangi lah penggunaan listrik, apalagi di siang hari gitu ya,” kata Agus.

Tak ketinggalan, MRT Jakarta juga menegaskan bahwa Pedestrian Deck Dukuh Atas didesain ramah disabilitas. Akan ada lift atau elevator, ramp untuk stroller atau kursi roda, eskalator, sampai taktil pemandu jalan.