Pegawai Imigrasi Kualanamu Dibegal Saat Berangkat Kerja Dini Hari
·waktu baca 2 menit

Seorang pegawai Imigrasi Bandara Kualanamu menjadi korban begal di Jalan Lintas Desa Baru, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, saat berangkat kerja.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (10/9) sekitar pukul 02.30 WIB. Korban bernama Budiman (49), staf protokoler Imigrasi Bandara Kualanamu.
Pembegalnya adalah F (18) dan FR (18). Keduanya telah diamankan oleh Polda Sumatera Utara.
Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba, mengatakan korban saat itu tengah mengendarai sepeda motor merek NMAX.
Saat melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dibacok di bagian kepala oleh kedua pelaku menggunakan senjata tajam jenis arit.
“Jadi pada saat korban mau bekerja dan tiba di TKP, korban dibacok oleh dua orang pelaku. Korban juga mendapat pukulan di bagian kaki,” kata Jama saat konferensi pers di Polda Sumut, Medan, Senin (27/10).
Menurut Jama, setelah menyerang korban, kedua pelaku membawa kabur barang-barang berharga milik korban berupa sepeda motor dan handphone.
“Selanjutnya barang berharga milik korban seperti handphone dan sepeda motor dibawa lari oleh pelaku,” ujarnya.
Jama menjelaskan, masing-masing pelaku memiliki peran dalam aksi begal tersebut.
“Perannya jelas, joki itu tersangka F, sedangkan yang membacok adalah tersangka FR,” pungkasnya.
Ia menambahkan, kedua pelaku diduga melakukan aksinya untuk membeli narkoba.
“Diduga kuat mereka melakukannya karena ingin membeli narkoba. Hasil tes juga menunjukkan mereka positif narkoba,” katanya.
Kedua pelaku diketahui telah beraksi belasan kali di wilayah Deli Serdang, terutama di Kecamatan Batang Kuis dan sepanjang jalan menuju Bandara Kualanamu.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Patar Asih, Kabupaten Deli Serdang, untuk mendapatkan perawatan medis.
Kedua pelaku berhasil ditangkap pada Rabu (10/9) saat berusaha melarikan diri.
“Yang satu ditangkap di dalam bus, sementara satu lagi ditangkap di salah satu rumah kos di Batang Kuis,” ucap Jama.
Ia menambahkan, masih ada pelaku lain yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut dan kini sedang diburu polisi.
“Sementara untuk pelaku lain masih ada, dan kami sedang melakukan penanganan,” katanya.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian material sekitar Rp 31 juta. Sepeda motor miliknya hingga kini belum ditemukan dan diduga telah dijual oleh para pelaku.
“Belum diamankan, masih dalam pencarian. Diduga sepeda motor sudah berhasil dijual oleh pelaku,” tutup Jama.
