Pegawai Konter HP di Jaktim yang Pakai Data Pelamar untuk Pinjol Dikenal Hedon

9 Juli 2024 13:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Konter ponsel — tempat pelaku penipuan pernah bekerja — tampak beroperasi normal di PGC, Jakarta Timur,  pada Selasa (9/7/2024) Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konter ponsel — tempat pelaku penipuan pernah bekerja — tampak beroperasi normal di PGC, Jakarta Timur, pada Selasa (9/7/2024) Foto: Robby Bouceu/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seorang perempuan berinisial R — yang dipolisikan karena memakai data pelamar kerja untuk berutang di aplikasi pinjaman online (pinjol) — dikenal kerap bergaya hidup mewah oleh rekan kerjanya.
ADVERTISEMENT
R bekerja sebagai karyawati sebuah toko ponsel di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, sebelum akhirnya dipecat buntut kasus ini.
Berdasarkan cerita salah satu pegawai toko yang enggan disebutkan identitasnya, R yang berusia 30-an tahun kerap kali bergonta-ganti pakaian baru.
"Gayanya, sih, orang kaya, dari pemakaian baju, sepatu, kayanya baru mulu, sepatunya branded mulu," katanya saat ditemui kumparan, Selasa (9/7).
"Mungkin kayanya dia pengin ninggi, tapi dia gak mau dibilang tinggi, selalu merendah. 'apaan sih gua orang susah'," tambah dia.
R diduga melakukan penipuan terhadap 26 korban. Modus yang R lakukan adalah membuka lowongan kerja fiktif sebagai admin konter HP. Setelah pelamar menghubunginya, R meminta data pelamar dan meminjam ponsel pelamar lalu diam-diam menginstalkan aplikasi pinjol.
ADVERTISEMENT
R kemudian meminjam uang ke berbagai aplikasi pinjol memakai data pelamar. Total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 1,1 miliar.
Setelah diketahui R melakukan penipuan, dia dipecat dari konter.
Pegawai toko tersebut mengaku tak tahu ke mana larinya uang hasil ngutang yang mencapai miliaran itu. Sebab, R pun tak pernah cerita soal hal tersebut.
"Kurang tahu juga ya, banyak, sampai Rp 2 M kali, ya. Kalau ditanya duitnya ke mana kita sendiri gak ada yang tau," ujarnya.
R disebut sudah sekitar 3 tahun bekerja di toko ponsel tersebut. Orangnya dikenal luwes dan mudah bergaul. Tak ada yang menyangka R rupanya melakukan penipuan.
Puluhan pelamar kerja yang menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus pencurian data pribadi yang digunakan untuk pinjaman online (pinjol) saat mendatangi Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (5/7/2024). Foto: Syaiful Hakim/ANTARA
"(R tadinya) biasa aja, becanda-canda," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
Semenjak kasus yang melibatkannya mencuat, R hilang bak ditelan bumi.
"Kalau dipecat, sih, dia udah dipecat, semenjak itu (terungkap penipuan) udah dipecat. Walaupun dicari ke rumahnya udah gak ada orangnya," jelasnya.
Kasus ini sudah dilaporkan korban ke Polres Jakarta Timur. Saat ini polisi tengah menyelidiki kasus tersebut dan akan memanggil R untuk diperiksa.