Pegawai Konter HP yang Tipu 26 Pelamar Kerja Rp 1,1 M Sudah Dipecat
·waktu baca 2 menit

Seorang wanita berinisial R diduga melakukan penipuan dan penggelapan menggunakan data pribadi 26 pelamar kerja untuk mengajukan pinjaman online (pinjol).
Wanita itu adalah seorang pegawai di salah satu toko ponsel di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. R menyebabkan para korbannya merugi hingga Rp 1,1 miliar.
Salah seorang pegawai toko di tempat R bekerja menyebut ia sudah dipecat dari pekerjaannya.
"Kalau dipecat sih dia udah dipecat, semenjak itu udah dipecat. (Kurang lebih) sebulan lalu," ujarnya saat ditemui kumparan, Selasa (9/7).
Sejak saat itu, batang hidung R pun tak pernah lagi terlihat. Para pegawai toko pun kesulitan untuk mencarinya.
"Ya sejak rame aja, mungkin udah banyak yang datengin ke rumah, udah ada yang ke rumah rumahnya. Walaupun dicari ke rumahnya udah gak ada orangnya," ungkap dia.
Polisi Bakal Panggil R
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Armunanto Hutahean, mengatakan R bakal segera dipanggil oleh polisi untuk dimintai keterangan terkait kasus itu. Namun belum diketahui waktu pemanggilan R.
"Kalau sesuai aturan akan dimintai keterangan, semua yang terlibat akan dimintai keterangan, kalau kapannya nanti kita lihat perkembangan aja," ucap dia.
Armunanto menyebut ada 26 orang yang jadi korban (sebelumnya ditulis 27). Kasus itu bermula ketika para korban mendapatkan undangan dari R untuk bekerja sebagai admin di sebuah konter ponsel.
Ketika melamar, korban diminta oleh pelaku untuk menyerahkan data pribadinya. Namun, data pribadi itu malah digunakan pelaku untuk mengajukan pinjaman. Ditaksir, kerugian yang diderita oleh para korban mencapai angka Rp 1,1 miliar.
"Dia (pelaku) itu mengumpulkan data pribadi korban ini ya, kemudian berikut foto diri selfie. Jadi berdasarkan data ini, si pelaku ini mengajukan aplikasi pinjol itu," kata dia.
"Jadi mereka para korban ini diundang oleh si pelaku, nah ditawarin dia kerja jadi admin konter handphone. Nah mau gak? Katanya. Oke mau. Sini katanya KTP-mu. KTP dikasih kemudian mana handphone. Nah dikasih handphone terus di situlah di-install pinjaman atau kredit ini," lanjut dia.
