Pejabat Afghanistan Minta Taliban Buka Ruang Negosiasi: Jangan Ada Korban Jiwa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Foto: REUTERS/Stringer/File Photo
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Foto: REUTERS/Stringer/File Photo

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, telah pergi meninggalkan Kabul pada Minggu (15/8). Kementerian Dalam Negeri mengatakan, Ghani pergi ke Tajikistan.

Keputusan itu diambil tidak lama setelah pasukan Taliban menguasai Kabul pada Minggu pagi. Mereka masuk dari segala penjuru.

Ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, Abdullah Abdullah, angkat bicara tidak lama setelah Ghani 'kabur' ke Tajikistan. Ia menyebut Ghani sudah bukan lagi Presiden Afghanistan.

"Fakta bahwa mantan Presiden Afghanistan meninggalkan negara itu dan menempatkan orang-orang dan negara dalam situasi yang buruk, Tuhan akan meminta pertanggungjawabannya dan orang-orang Afghanistan juga akan menghakiminya," kata Abdullah dikutip dari CNN.

kumparan post embed

Abdullah kemudian meminta seluruh masyarakat Afghanistan tetap tenang. Ia yakin Tuhan akan segera memberikan pertolongan.

"Dalam keadaan saat ini, satu-satunya hal yang saya katakan adalah bahwa Tuhan memberi kita kekuatan untuk menjaga perdamaian," ucap Abdullah.

Selain itu, Abdullah meminta pasukan pertahanan untuk bekerja sama menjaga keamanan. Sedangkan kepada pasukan Taliban, Abdullah ingin mereka membuka ruang negosiasi.

"Saya meminta pasukan gerakan Taliban untuk membuka negosiasi, tanpa memasuki kota, agar penderitaan rakyat tidak berlanjut atau memburuknya situasi keamanan yang akan mengakibatkan timbulnya korban jiwa dan kerugian yang menimpa rakyat,” ucap dia.

Warga Afghanistan berdiri di pinggir jalan saat menunggu taksi di Kabul pada 15 Agustus 2021. Foto: WAKIL KOHSAR / AFP)

Sebelumnya, Kantor Kepresidenan Afghanistan tidak bersedia memberikan banyak keterangan terkait kepergian Ghani ke Tajikistan. Hal ini demi keselamatan Ghani.

"(Kami) tidak bisa mengatakan apa-apa tentang gerakan Ashraf Ghani karena alasan keamanan," kata Kantor Kepresidenan Afghanistan.

Sedangkan perwakilan Taliban yang sudah berada di Kabul mengatakan, mereka akan memeriksa dan mencari keberadaan Ghani. Namun belum ada keterangan lebih lanjut.