Pejabat Baru Afghanistan Diumumkan: Ada Daftar Hitam PBB; Anak Pendiri Taliban
ยทwaktu baca 3 menit

Taliban telah mengumumkan jajaran pemimpin baru Afghanistan pascapengambilalihan pada Selasa (7/9). Sejumlah nama yang erat dengan pendiri Taliban hingga daftar hitam PBB telah terpilih untuk mengisi berbagai jabatan pemerintahan.
Dikutip dari Reuters, juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan pada konferensi pers di Kabul bahwa Mullah Muhammad Hasan Akhund dipilih sebagai Perdana Menteri Afghanistan.
Akhund adalah rekan mendiang pendiri Taliban, Mullah Omar. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Wakil Perdana Menteri di era lama Taliban pada 1996-2001, serta berada di bawah sanksi PBB atas perannya dalam pemerintahan itu.
Kepala kantor politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, ditunjuk sebagai wakil Akhund. Penunjukan Baradar sebagai deputi Akhund dan bukan sebagai pejabat tinggi mengejutkan beberapa orang.
Sebab Baradar dikenal sebagai sosok yang banyak terlibat merundingkan penarikan AS dan menampilkan wajah Taliban kepada dunia, serta juga pernah menjadi teman dekat Mullah Omar.
Baradar adalah komandan senior Taliban yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS. Dia ditangkap dan dipenjarakan di Pakistan pada 2010, hingga kemudian menjadi kepala kantor politik Taliban di Doha setelah dibebaskan pada 2018.
Selanjutnya, Sirajuddin Haqqani ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri.
Haqqani adalah putra pendiri jaringan Haqqani, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.
Dia adalah salah satu orang yang paling dicari FBI karena keterlibatannya dalam serangan bunuh diri dan terkait dengan Al Qaeda.
Ada pula sosok yang bertalian darah dengan pendiri Taliban, Mullah Omar. Putra Mullah Omar, Mullah Mohammad Yaqoob, diangkat sebagai Menteri Pertahanan.
Kendati demikian, Mujahid menerangkan para pemimpin yang dipilih masih memiliki kapasitas bertindak dalam menjalani tugasnya. Berikut daftar sejumlah pemimpin baru Afganistan pasca diambil alih Taliban:
-Perdana Menteri: Mullah Mohammed Hasan Akhund
-Wakil Perdana Menteri Pertama: Mullah Abdul Ghani Baradar
-Wakil Perdana Menteri Kedua: Mawlavi Abdul Salam Hanafi
-Menteri Luar Negeri: Mawlavi Amir Khan Muttaqi
-Menteri Pertahanan: Mawlavi Mohammed Yaqoob
-Menteri Dalam Negeri: Mullah Sirajuddin Haqqani
-Menteri Kehakiman: Mawlavi Abdul Hakim Sharie
-Menteri Perbatasan dan Kesukuan: Mullah Noorullah Noor
-Kepala Intelijen: Mullah Abdul Haq Wasiq
-Menteri Keuangan: Mullah Hedayatullah Badri
-Menteri Ekonomi: Qari Din Mohammed Hanif
-Gubernur Bank Sentral: Haji Mohammed Idris
-Menteri Energi & Air: Mullah Abdul Latif Mansoor
-Menteri Rehabilitasi Pedesaan: Mullah Younus Akhundzada
-Menteri Pekerjaan Umum: Mullah Abdul Manan Omari
-Pertambangan dan Perminyakan: Mullah Mohammed Esa Akhund
-Menteri Kebudayaan & Informasi: Mullah Khairullah Khairkhwah
-Wakil Menteri Kebudayaan dan Informasi: Zabihullah Mujahid
-Menteri Komunikasi: Mawlavi Najibullah Haqqani
-Menteri Pendidikan Tinggi: Abdul Baqi Haqqani
-Menteri Pengungsi & Pemulangan: Haji Khalil ur Rahman Haqqani
Sementara itu, belum jelas peran apa yang akan diambil oleh pemimpin tertinggi Taliban, Mullah Haibatullah Akhundzada, dalam pemerintahan.
Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa Presiden AS Joe Biden menolak mengakui pemerintahan baru tersebut. Biden mengatakan tidak akan ada pengakuan pemerintahan Taliban dalam waktu dekat.
