Pejabat Malaysia Menduga Siti Aisyah Agen Cut Out, Apa Itu?

Wanita asal Serang, Siti Aisyah, ditangkap polisi setelah dituduh membunuh Kim Jong Nam di Kuala Lumpur, Malaysia. Siti dan seorang tersangka lainnya mengaku tidak tahu tindakannya itu bisa membunuh abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Melihat pengakuan Siti dan Doan Thu Huong, wanita Vietnam yang juga ditangkap, pejabat Malaysia menduga keduanya diperalat intelijen asing untuk melakukan kejahatan.
Kepada media Malaysia, Utusan, pejabat yang tidak disebut namanya ini menduga kuat Siti dan Thu Houng bahkan tidak tahu nama-nama para agen asing tersebut. Dalam penelusuran polisi, ada empat pria Korea yang terlibat dalam peristiwa ini.

"Mereka mungkin dipergunakan untuk terlibat secara langsung dengan pembunuhan tersebut agar identitas intelijen tidak terungkap. Ini adalah taktik intelijen yang dikenal dengan nama cut out," ujar sumber Utusan.
Apa itu cut out?
Cut out adalah istilah yang digunakan dalam dunia intelijen untuk perantara. Dalam dunia intelijen Indonesia, biasa dikenal dengan nama "agen putus."
Seorang agen cut out adalah penghubung antara agen intel profesional dan target sasaran. Agen cut out biasanya disewa intelijen asing untuk mengumpulkan informasi dengan agresif di tempatnya bekerja. Informasi yang diminta seringkali adalah dokumen sensitif teknologi persenjataan atau rahasia dagang.

Penggunaan agen cut out dipilih karena relatif aman dan murah untuk melakukan pekerjaan mata-mata yang sulit. Cara seperti ini biasa digunakan oleh China.
Tahun lalu, seorang Letkol Angkatan Laut Amerika Serikat diadili setelah ketahuan bekerja sebagai agen cut out untuk China. Dia berhasil memberikan dokumen-dokumen terkait teknologi pesawat mata-mata EP-3E kepada intel China.
Agen cut out hanya berkomunikasi kepada agen profesional yang menggunakan jasanya. Artinya agen cut out biasanya tidak tahu menahu siapa atau negara mana yang berada di balik perintah mata-mata itu.

Jika tertangkap, agen cut out seringkali tidak bisa mengidentifikasi jaringan intelijen untuk siapa dia bekerja.
Dalam kasus Siti dan Thu Huong, keduanya mengaku mengira menyemprot dan membekap wajah Jong Nam adalah lelucon saja. Siti juga mengaku telah menerima uang sebesar 100 dolar AS untuk pekerjaan itu.
Polisi Malaysia hingga kini belum bisa mengidentifikasi empat orang pria yang tertangkap CCTV bersama dengan Siti dan Thu Huong di bandara.
