Pejabat Ukraina Sebut Rusia Kembali Serang Kharkiv, 7 Warga Sipil Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seseorang membawa ember saat dia bekerja untuk memadamkan api di pabrik yang terbakar akibat serangan Rusia, di Kharkiv, Ukraina, Sabtu (30/4/2022). Foto: Ricardo Moraes/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang membawa ember saat dia bekerja untuk memadamkan api di pabrik yang terbakar akibat serangan Rusia, di Kharkiv, Ukraina, Sabtu (30/4/2022). Foto: Ricardo Moraes/REUTERS

Gubernur wilayah Kharkiv di timur Ukraina, Oleg Sinegubov, menyebut pasukan Rusia kembali melakukan serangan ke wilayahnya pada Kamis (26/5). Serangan itu disebut oleh Sinegubov dilakukan secara diam-diam.

"Hari ini musuh secara diam-diam menembaki Kharkiv," kata Sinegubov di media sosial, dikutip dari AFP.

"Tujuh warga sipil tewas dan 17 terluka, termasuk seorang anak berusia sembilan tahun," kata dia. Serangan itu menarget setidaknya tiga wilayah di dekat perbatasan Rusia.

Seorang reporter AFP di Kharkiv mengatakan distrik perumahan utara Pavlove Pole terkena serangan. Terlihat gumpalan asap membubung dari daerah tersebut.

Dia melihat beberapa orang terluka di dekat pusat perbelanjaan, sementara seorang pria tua dengan luka di lengan dan kakinya dibawa oleh petugas medis.

Wali kota Kharkiv Igor Terekhov mendesak orang-orang untuk mencari perlindungan setelah serangan terjadi.

"Pasukan musuh menembaki kota kami lagi," kata dia dalam sebuah video di Telegram.

Boneka beruang tergantung di ayunan di samping bangunan yang rusak di distrik Saltivka, Kharkiv, Ukraina, Selasa (17/5/2022). Foto: Ricardo Moraes/REUTERS

"Saya mendorong Anda untuk tinggal di tempat yang aman, di ruang bawah tanah, tempat penampungan dan di stasiun kereta bawah tanah," lanjutnya.

Dia menegaskan lokasi perlindungan bagi masyarakat terhadap serangan Rusia akan terus beroperasi menawarkan ruang yang aman bagi penduduk.

"Kami akan mengalokasikan sektor khusus di mana Anda dapat tinggal dan berlindung dari pengeboman," kata Terekhov.

"Sekarang yang paling penting adalah menyelamatkan nyawa," ucapnya.

Kharkiv, di sudut timur laut Ukraina dekat perbatasan Rusia, sudah ditembaki oleh pasukan Moskow pada awal invasi mereka, yang dimulai pada 24 Februari. Setelah pertempuran hebat yang menyebabkan kota itu rusak parah, pasukan Ukraina masih tetap bertahan dan menguasai Kharkiv.