Pelajar Jakarta yang Gelar Konvoi Buka On The Road Dikumpulkan di Balai Kota

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebanyak 21 remaja ditangkap usai kedapatan membawa atribut bendera hingga petasan saat konvoi 'buka on the road' di kawasan Kemayoran, Senin (1/4).
Photographer Foto: Dok. Humas Polres Metro Jakarta Pusat
zoom-in-whitePerbesar
Sebanyak 21 remaja ditangkap usai kedapatan membawa atribut bendera hingga petasan saat konvoi 'buka on the road' di kawasan Kemayoran, Senin (1/4). Photographer Foto: Dok. Humas Polres Metro Jakarta Pusat

Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta, Arifin, memberikan pengarahan kepada 170 pelajar yang terlibat konvoi Buka on the Road (BOTR) dengan dalih bagi-bagi takjil.

Mereka dikumpulkan di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/4).

Tak hanya para remaja, orang tua mereka turut hadir dalam pengarahan tersebut. Di sana Arifin meminta para orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan kendaraan untuk anak-anak yang masih di bawah umur.

Konvoi berdalih bagi-bagi takjil atau buka on the road di Jakarta, Maret-April 2024. Foto: Instagram @satpolpp.dki

Paling tidak orang tua mengingatkan pada anak-anaknya (untuk tidak mengendarai kendaraan). Sayang itu bukan mudah memberikan kebutuhan kepada anak, tapi sayang itu juga lebih mempertimbangkan bahwa apa yang bisa memberikan itu bisa membahayakan anak-anaknya.”

Kasatpol PP DKI, Arifin

Hal tersebut dikarenakan kecenderungan para remaja ini melakukan ngabuburit dengan konvoi menggunakan kendaraan, sambil membawa bendera dan atribut yang membahayakan.

“Mereka itu berkonvoi yang berpotensi bisa terjadi tawuran. Kan kita bisa melihat, kalau sudah konvoi satu dengan pihak konvoi yang lain suka terjadi tawuran,” sambung Arifin.

instagram embed

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya aksi tawuran, Arifin memerintahkan jajarannya untuk melakukan patroli cipta kondisi pada jam-jam rawan.

“Makanya saya minta jajaran Satpol PP di wilayah untuk dua kali berpatroli. Pertama menjelang berbuka puasa mulai jam 15.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. Kedua, setelah tarawih. Tarawih sampai menjelang sahur itu harus diawasi dan sebagainya,” tutupnya.

Di kesempatan tersebut, para remaja ini diminta untuk bersimpuh meminta maaf kepada orang tua mereka. Suasana haru terasa dalam kegiatan tersebut.