Pelajar Penyandang Disabilitas di Makassar Dimintai Duit-Dianiaya di Sekolah

14 Juni 2024 13:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: AlejandroCarnicero/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: AlejandroCarnicero/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
CH (14 tahun), siswa SMP Negeri 4 Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban bullying oleh kakak kelas di sekolahnya. Aksi bullying tersebut sempat direkam video dan viral di berbagai media sosial.
ADVERTISEMENT
Dalam rekaman, terlihat anak penyandang disabilitas fisik dengan tubuh pendek tersebut dirundung oleh teman sekelas dan seniornya di depan kelas. Ia didorong dan ditendang di bagian kepala.
Meski mendapatkan perundungan, anak yatim piatu itu tidak melawan dan hanya pasrah dibully oleh temannya.

Keluarga Lapor Polisi

Sepupu CH, Herman Rusdi, mengaku telah membuat laporan kepolisian atas peristiwa perundungan tersebut di Polrestabes Makassar.
"Iya, saya sudah melapor kemarin di Polrestabes," kata Herman kepada wartawan, Jumat (14/6).
Ia mengungkapkan bahwa CH, yang masih duduk di kelas 1 atau VII SMP, telah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya selama ini. CH kerap dipukuli dan dimintai uang jajannya.
"Awal masuk sekolah selalu dibully, dimintai uang. Jajannya cuma Rp 5 ribu. Kalau habis, dipukuli lagi," ucapnya.
ADVERTISEMENT

Takut

CH disebut tidak pernah melaporkan perbuatan teman-temannya karena takut.
"Dia tidak melapor kepada gurunya karena takut. Setelah kami melihat videonya, barulah kami pergi melapor ke polisi," tambah Herman.
Ia berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Terpisah, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahid, mengaku belum mengetahui adanya laporan polisi terkait bullying di sekolah tersebut.
"Maaf, saya belum monitor itu," singkatnya.